Kenakan Pakaianmu dan Bergeraklah (Pesan Gembala, 7 November 2021)

KENAKAN PAKAIANMU DAN BERGERAKLAH

Roma 13:11-14 (14) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Roma 13 adalah satu bagian dari firman Tuhan berupa perintah, panggilan, dorongan yang ditulis rasul Paulus berangkat dari apa yang Tuhan sudah kerjakan bagi orang percaya. Dia sudah paparkan panjang lebar dari pasal 1-11 dengan indah mengenai apa itu Injil, apa itu keselamatan yang sesungguhnya kita tidak layak menerimanya. Kasih Allah yang diberikan kepada kita pada waktu kita masih berdosa, ketika masih menjadi musuh Allah dan ketika masih melawan Dia. Itulah kasih yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus kepada kita di kayu salib.

Lalu dilanjutlah Roma 12 yang dimulai dengan kalimat, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadahmu yang sejati.” Inilah yang menjadi respon yang sepatutnya dan selayaknya dari orang-orang yang mengerti dan memahami anugerah Allah yang datang kepadanya. Tidak ada alasan lain bagi kita sebagai orang percaya seharusnya bersikap. Pasal 12 adalah poin penting tentang bagaimana Tuhan menekankan kita untuk membangun hidup penyembahan yang benar kepada Tuhan.

Lalu masuk pasal 13 ini secara khusus rasul Paulus bicara mengenai impact dan relasi orang Kristen terhadap sesama. Sebagai orang-orang yang telah mengalami kasih Kristus, orang percaya dituntut untuk memerkenalkan kasih itu melalui tindakan agar orang-orang turut mengalami Kristus di berbagai bidang kehidupan. Namun sayangnya, dalam suratnya ini rasul Paulus melihat betapa para pemercaya perlu didorong dan “dibangunkan” kembali dari tidurnya. Tidak sedikit dari orang percaya yang mulai terlena dengan anugerah keselamatan yang telah diterimanya, namun lupa untuk melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan. Ada panggilan sorgawi yang tidak boleh diabaikan.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Tuhan ingin setiap orang percaya di tengah waktu yang tersisa di akhir zaman ini menyadari bahwa ada panggilan yang luar biasa yang Tuhan percayakan di setiap bidang kehidupan kita masing-masing. Apabila kita melihat ke sekeliling ada begitu banyak hal yang berubah. Entah perubahan itu ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Dan setiap perubahan itu selalu ada kaitannya dengan berjalannya waktu.

Hidup kekristenan kita juga tidak bisa lepas dengan yang namanya perubahan. Seiring dengan berjalannya waktu, apakah telah terjadi perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik (ada pertumbuhan pesat yang terlihat, ada pengenalan akan Kristus yang nyata, ada panggilan yang telah dihidupi dengan baik, dan lain-lain) atau sebaliknya tidak terjadi perubahan apa-apa (dulu begitu, sekarang pun masih begitu), atau bahkan perubahan ke arah memburuk. Tuhan menghendaki kita menangkap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan mengenakan “pakaian” yang diberikan dan siap melaksanakannya.

Minimal ada tiga kunci yang perlu setiap kita orang percaya hidupi, berdasarkan pesan Tuhan ini, yaitu wake up, shape up, dan dress up!

(1). Bangun dari tidur (wake up)

Roma 13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

Ancaman terbesar bagi orang percaya adalah imannya yang kadang tanpa disadari menjadi kendor dan lemah karena berbagai situasi dan pergumulan yang dihadapi, atau iman yang terlena karena kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkan dunia seperti yang disebutkan dalam ayat 13 “pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati.” Keadaan seperti inilah yang dikatakan Paulus sebagai “tidur” dan keadaan ini sangat berbahaya bagi orang percaya. Karena itu, orang percaya yang “tertidur” harus disentak agar terjaga untuk kembali waspada serta hidup dengan tepat.

Surat rasul Paulus ini merupakan sebuah “wake up call” bagi orang percaya agar segera “bangun” dari keterlenaan. “Wake up call” adalah sebuah istilah yang bermakna: apabila telah terjadi sesuatu dalam hidupmu apapun itu, entahkah itu sebuah peringatan atau sesuatu yang telah terjadi, maka itulah saatnya engkau harus menyadari bahwa engkau harus segera mengambil suatu tindakan benar untuk merubah situasi atau agar hal yang tidak mengenakan tidak perlu terjadi atau tidak perlu terulang kembali, dan bahkan melalui keputusanmu engkau akan mengalami langkah yang luar biasa.

(2). Bentuk hidup kita (shape up)

Roma 13:12-13 (12) Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! (13) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Setiap orang pasti sering menggunakan cermin untuk berkaca di depannya lalu mengamat-amati wajahnya, tubuhnya, atau bagian apapun. Ketika didapati ada hal-hal yang tidak pas, maka biasanya ia mulai mengambil keputusan untuk memerbaiki bagian-bagian tersebut agar menjadi lebih baik kelihatannya. Atau misal ketika anda naik tangga, kemudian di anak tangga ke sekian nafas anda mulai tersengal-sengal kecapaian padahal belum terlalu naik jauh, lalu anda mengambil keputusan untuk mulai melatih tubuh anda agar lebih kuat lagi. Semua itu dikatakan bahwa anda sedang membentuk atau men”shape up” tubuh anda.

Namun semua yang disebut di atas tersebut berbicara tentang membentuk tubuh jasmani, bagaimana dengan tubuh rohani? Jika kita mau jujur, setiap kita seharusnya berani mengakui bahwa kita juga perlu membentuk dan meningkatkannya lebih lagi. Namun ternyata, membentuk tubuh rohani tidak semudah membentuk tubuh jasmani. Merubah sebuah kebiasaan lama bukan hal yang mudah. Merubah kebiasaan salah juga bukan sesuatu yang instan, tetapi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam Tuhan, kita harus melakukan”shape up.”

(3). Berpakaianlah sebagaimana mestinya (dress up)

Roma 13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Kata ‘mengenakan’ (Yun. Enduo) adalah memakaikan sesuatu di tubuh seperti layaknya orang berpakaian. Dalam masyarakat di Israel dulu, pakaian memerlihatkan dan menentukan kedudukan seseorang. Misalnya, pakaian seorang merdeka berbeda dengan pakaian seorang budak. Jubah rakyat kelas atas berbeda dengan baju rakyat kecil, bukan semata-mata berbeda dari kualitas bahannya, tetapi dari model dan bentuknya. Tetapi melalui surat Roma ini orang-orang percaya diajarkan untuk ‘mengenakan Kristus,” tentunya ini bermakna kiasan. Artinya, siapapun orang-orang percaya pada waktu itu, apapun kastanya/tingkatannya harus dapat terlihat bahwa mereka adalah orang-orang percaya dalam Kristus.

Dalam pertemuan ibadah, setiap orang percaya dapat mengenali satu dengan yang lain sebagai milik Kristus. Mengapa? Karena setiap pribadi tampak “mengenakan” Kristus, dalam pengertian semuanya bersama-sama memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan bersama-sama mendengarkan kotbah. Secara apa yang terlihat, semua “mengenakan” Kristus. Namun, pada saat keluar dari pertemuan ibadah, ketika sudah berbaur dengan orang lain di luar sana. Pertanyaannya, apakah para pemercaya masih tampak sedang “mengenakan Kristus”?

Ingat, setiap kali kita “mengenakan”-Nya, kita, bukan saja sedang mengenakan karakter-Nya, namun juga sedang melakukan tugas dan tanggung jawab yang Ia berikan kepada kita.

Mari jemaat Tuhan, pesan Tuhan bagi kita ini mendorong kita untuk sungguh-sungguh siap bergerak dengan sebelumnya menanggapi “wake up call-Nya,” tangkap itu lalu persiapkan diri kita, bentuk dan perbaiki apa yang kurang, apa yang mesti ditanggalkan (shape up diri kita, manusia rohani kita). Lalu berpakaianlah (dress up) , sehingga kita nampak berbeda dan dikenal orang sebagai anak-anak Tuhan. Apabila memasuki tahun 2022 ini Tuhan beri kita visi: “Prajurit-prajurit yang memandang jauh ke depan,” mari “kenakan pakaian seragam” prajurit Kristus dan bertindaklah!

Tuhan Yesus memberkati!

Kenakan Pakaianmu dan Bergeraklah (Pesan Gembala, 7 November 2021)

| Warta Jemaat |
About The Author
-