Buatlah Pilihan yang Benar Setiap Waktu (Pesan Gembala, 5 Mei 2024)

BUATLAH PILIHAN YANG BENAR SETIAP WAKTU

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Bangsa Israel pada waktu itu sudah berada dalam keadaan mapan, setiap suku sudah mendapat bagian wilayah masing-masing di Tanah Perjanjian, namun Yosua melihat ke dalam kehidupan umat Israel masih terdapat berbagai kehidupan rohani yang masih beragam. Ada orang-orang yang telah memilih untuk mengikut Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa mereka menjalani kehidupan yang setia kepada Tuhan. Namun dia juga melihat adanya orang-orang yang masih melakukan penyembahan kepada berhala-berhala, atau kepada allah lain. Dan satu lagi, Yosua pun melihat masih ada orang-orang yang selain menyembah kepada Tuhan, namun pada saat yang sama mereka juga masih menyembah kepada allah lain atau memercayai hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan lain.

Itulah sebabnya, Yosua memanggil dan mengumpulkan seluruh umat Israel dan berkata kepada mereka untuk memberikan pilihan yang tegas kepada seluruh umat Israel: “pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.”  Namun perkataan ini jangan disalahartikan agar kepada umat Israel disuruh atau boleh memilih untuk menyembah kepada allah lain, namun Yosua menyatakan kepada umat Israel untuk berlaku tegas sambil ia juga memberikan solusi yang terbaik, yaitu …Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Dalam kesempatan itu Yosua mengingatkan bahwa bukankah Tuhan yang telah membebaskan mereka keluar dari perbudakan Mesir adalah Tuhan yang sama yang telah membawa mereka masuk ke Tanah yang dijanjikan Tuhan. Tuhan yang sama pula yang telah menghalau orang-orang yang sebelumnya menduduki tanah Kanaan, sehingga umat Tuhan boleh mendiaminya dengan tenang. Namun mengapa masih menyembah kepada allah-allah lain?

Hal ini sama dengan apa yang pernah dilakukan Tuhan melalui Musa beberapa masa sebelumnya. Tuhan waktu itu memberikan pilihan-pilihan kepada umat Israel untuk mereka pilih. “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,” (Ulangan 30:19). Ada pilihan-pilihan yang disodorkan, namun di sisi yang sama Tuhan juga memberikan solusi jawaban agar mereka memilih jawaban yang benar, yaitu memilih kehidupan. “Kehidupan” yang dimaksud disini adalah khaee, kehidupan yang selaras dengan kehendak Tuhan, hidup yang mengalami revival seperti terbitnya matahari di musim semi.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Tuhan melihat adanya umat-umat Tuhan yang berada di dalam posisi harus membuat pilihan yang berkaitan dengan hidup mereka atau masa depan mereka. Dan Tuhan juga melihat adanya umat Tuhan yang masih memiliki kesulitan di dalam memilih. Apapun yang harus dipilih, entahkah pilihan mengenai pekerjaan, pilihan mengenai pasangan hidup, mengenai masa depan, dan berbagai pilihan apapun dalam posisi kita sebagai orang percaya yang sedang mengiring Tuhan, termasuk juga dalam hal ibadah kita kepada Tuhan, Tuhan katakan: “Buatlah keputusan yang benar!” Namun pada saat yang sama, Tuhan juga memberikan solusi pilihan yang paling tepat, sama seperti Tuhan katakan melalui Musa dan sama seperti Tuhan katakan melalui Yosua: “Pilihlah kehidupan!,” “Aku dan seisi keluargaku, aku akan beribadah atau melayani Tuhan”

Dalam bahasa Indonesia digunakan kata “beribadah” kepada Tuhan. Dalam bahasa Inggrisnya “serve the Lord.” Namun dalam bahasa Ibraninya dipakai kata “abad” (aw-bad). “Abad” ini artinya bukan sekedar datang beribadah seperti yang sering diartikan orang pada umumnya. Namun makna aslinya adalah: tunduk dan mengabdi kepada Tuhan sebagai hamba yang setia. Jadi di dalam makna abad, kita beribadah dalam penundukan yang benar, juga melayani dalam penundukan yang benar, dan taat kepada firman dalam pengabdian yang benar.

Setiap hari, disadari ataupun tidak disadari setiap kita berhadapan dengan banyak pilihan yang harus diambil. Mulai dari saat bangun pagi hingga matahari terbenam. Bahkan pada hari Minggu sekalipun kita tetap harus membuat pilihan yang benar. Mau segera bangun atau tetap tidur, mau pergi untuk beribadah ke gereja atau beraktifitas yang lain. Di gereja apakah mau memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati atau mau biasa-biasa saja. Mau mendengarkan firman Tuhan dengan sungguh ataukah mengerjakan sesuatu yang lain. Semua itu adalah pilihan-pilihan yang harus kita ambil. “Pilihlah kehidupan!” Pilihlah untuk menjadi hamba yang setia dan dalam penundukan yang benar! “

Namun ingat, ada juga pilihan-pilihan khusus lainnya yang berkaitan dengan masa depan kita yang harus kita ambil. Pilihan mengenai pekerjaan atau usaha, pilihan tentang pasangan hidup, pilihan untuk mengalami keluarga yang mengalami revival, atau apapun juga datanglah sungguh-sungguh pada Tuhan.

Beberapa prinsip yang perlu kita pahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini, agar senantiasa menjadi orang yang tahu mengambil pilihan yang benar setiap waktu, di antaranya adalah:

(1). Sadari bahwa setiap pilihan ada konsekuensi besar menanti

Yosua 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

Setelah Yosua menawarkan sebuah pilihan kepada bangsa Israel yang diakhiri dengan solusi terbaik yang harus segera diambil (meskipun Tuhan tidak pernah memaksa), maka umat Israel mengambil suatu keputusan besar yang penting dimana mereka semuanya sepakat untuk tidak mau mendua hati lagi. Mereka mengambil keputusan besar untuk tidak mau menjauh dari Tuhan maupun mengalihkan pandangan mereka dari Tuhan, dan memutuskan untuk beribadah hanya kepada Tuhan satu-satunya.

Apakah keputusan yang diambil umat Israel ini ada konsekuensinya? Tentu saja. Setiap pilihan ada konsekuensi besar di baliknya. Sejak saat itu, Israel mengalami “zaman keemasan”, yaitu zaman di mana seluruh umat Israel semuanya menyembah kepada Tuhan yang benar. Dari satu orang pemimpin bangsa yang mengambil keputusan yang benar, maka bangsa tersebut ada dalam perlindungan Tuhan untuk sekian masa lamanya. Hal yang sama, dari satu orang pemimpin dalam keluarga yang mengambil keputusan yang benar, maka percayalah akan ada keluarga yang kokoh dan mengalami revival.

Dan sebaliknya, ketika umat Tuhan membuat pilihan yang tidak tepat, yaitu pilihan yang diambil berdasarkan emosi semata, atau pilihan yang diambil atas dasar iming-iming tawaran dunia sehingga membuat hubungan dengan Tuhan menjadi semakin merenggang, karena daging dan roh tidak dapat bersatu, itupun akan menghasilkan konsekuensi besar didalamnya. Ingat akan konsekuensi yang dialami 10 pengintai ketika mereka dalam kedagingan memutuskan untuk tidak mau masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan.

(2). Sadari bahwa Tuhan memiliki rencana yang terbaik bagi kita

Yosua 24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,

Setelah umat Israel sepakat utk berlaku setia kepada Tuhan, Yosua menjelaskan kembali bahwa betapa Bapa di Sorga memiliki rencana indah buat anak-anak-Nya. Dikeluarkannya umat-Nya dari Mesir lalu dibawa dan dituntunnya di segala jalan hingga tiba di tanah yang dijanjikan. Proteksi, providensia, dan segala yang baik Ia berikan. Betapa Tuhan yang luar biasa adalah Bapa yang menyayangi umat-Nya.

Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjan itu adalah gambaran perjalanan kita dalam mengiring Tuhan di masa sekarang. Hal sama dilakukan Tuhan kepada kita. Ia memiliki rencana luar biasa atas kita. Kalau kita masih ingat pesan Tuhan di awal tahun, “dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk.” Bapa telah menulis setiap jengkal hari-hari yang akan kita lalui. Dari bakal anak hingga berakhirnya tugas kita di bumi. Oleh sebab itu, Tuhan mau kita selalu berfokus kepada Dia dalam setiap perjalanan kita sampai kepada akhirnya. Dan sudah pasti Tuhan mau setiap pilihan yang kita ambil diselaraskan dengan rancangan yang Ia sudah buat bagi kita. Nantikanlah Ia setiap waktu.

Mari umat Tuhan, apabila kita tahu bahwa Tuhan punya rencana yang luar biasa atas kita dan rencana-Nya itu tidak pernah gagal, maka selayaknya kita terus berjalan bersama-Nya. Buatlah pilihan-pilihan yang benar yang selaras dengan rencana-Nya. Pilihan yang tidak selaras hanya akan membuat terganggunya rangkaian perjalanan yang sedang kitabtempuh bersama-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

Buatlah Pilihan yang Benar Setiap Waktu (Pesan Gembala, 5 Mei 2024)

| Warta Jemaat |
About The Author
-