Keluaran 4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”
Perkataan ini diucapkan Tuhan kepada Musa setelah beberapa kali Musa menyatakan keberatan atas ketidakmampuan dirinya dalam meresponi perintah Tuhan yang mengutusnya ke Mesir guna menghadap Firaun dalam rangka membebaskan bangsa Israel dari perbudakan.
Setelah menjalani paruh kedua hidupnya, atau masa empat puluh tahun kedua di tanah Median sebagai seorang penggembala kambing domba milik Yitro mertuanya, Musa merasa perintah Tuhan yang mengutusnya pergi ke Mesir untuk menghadap Firaun adalah perintah yang sangat tidak mudah bagi dirinya. Ia sadar sekali akan berbagai kelemahan yang ia miliki.
Dari sejak Keluaran pasal 3, Musa sudah mengatakan kepada Tuhan berbagai dalih ketidakmampuannya, di antaranya perihal ketidaktahuan akan jati dirinya (3:11), kekurangmengenalan akan pribadi Tuhan (3:13), kekuatiran akan datangnya penolakan (4:1), keraguan akan kemampuan dirinya (4:10).
Bukannya Tuhan tidak mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki Musa, dan bukannya pula Tuhan tidak memiliki orang-orang yang lebih baik dan lebih cakap dari Musa, namun Tuhan tahu bahwa orang yang tepat untuk melaksanakan tugas pembebasan atas umat Israel adalah Musa. Tuhan tahu persis seperti apa pribadi Musa (dengan segala kekurangan dan ketidakmampuanya), yang apabila diperlengkapi dan diberdayakan oleh Tuhan akan menjadi sesuatu yang luar biasa.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Bahwa apabila umat Tuhan ada sebagaimana ia ada hari ini dengan segala kemampuan yang dimiliki (terlebih apabila dibandingkan dengan pada waktu awal mengiring Tuhan), itu semua karena Tuhan telah memberikan segenap pertumbuhan. Tuhan telah menanam umat-Nya di sebuah gereja dan memilih seorang gembala untuk menggembalakannya (mengajarkan, menuntun, dan sebagainya), meskipun di atas semuanya itu tetaplah Tuhan yang memegang kendali.
Namun jangan berpuas diri dulu, karena semua yang diperoleh itu belum apa-apa. Masih banyak hal lagi yang Tuhan mau ajarkan, masih banyak hal lain yang Tuhan mau tambah-tambahkan. Ada karunia-karunia yang belum teraktivasi, ada potensi yang sudah lama ditaruhkan namun belum terbuka, dan sebagainya.
Ingat, ada hal-hal yang bisa membuat sesuatu yang luar biasa yang Tuhan sebetulnya mau tambah-tambahkan itu menjadi terhambat. Dan itu bisa terjadi ketika umat Tuhan melakukan empat hal yang sama yang Musa ajukan kepada Tuhan.
Musa merasa fase empat puluh tahun pertama hidupnya sudah berakhir. Fase empat puluh tahun kedua baginya hanyalah sekedar menghabisi masa tuanya saja, yaitu sebagai penggembala kambing domba punya mertuanya. Tetapi siapa yang mengira bahwa di dalam “buku rancangan Tuhan” Tuhan ternyata masih punya rencana panjang selanjutnya dalam hidup Musa. Bayangkan, di usia 80 tahun Tuhan memanggil Musa untuk suatu tugas besar ke Mesir untuk membebaskan bangsa Israel. Inilah sebetulnya puncak panggilan Tuhan atas Musa.
Oleh sebab itu, beberapa hal yang perlu dipahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini, di antaranya adalah:
(1). Memahami bahwa Tuhan tidak memanggil orang yang sudah qualified, tetapi Ia meningkatkan kualifikasi orang-orang yang dipanggil-Nya (God doesn’t call the qualified; He qualifies the called)
Keluaran 4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”
Apakah Tuhan akhirnya memberikan kemampuan berbicara dahulu kepada Musa, baru kemudian Musa berangkat ke Mesir? Tidak. Musa percaya dengan apa yang Tuhan katakan, apa yang Tuhan sudah demonstrasikan, dan apa yang Tuhan sudah janjikan bahwa Tuhan akan menyertainya. Apabila Tuhan berjanji akan menyertai, percayalah bahwa Ia pasti akan melakukannya.
Pada waktu Musa berangkat, Musa masih seorang yang berat lidah dan segala kelemahan yang dimiliki. Memang ada Harun yang sesekali menjadi juru bicara Musa, tetapi tanpa disadari Tuhan terus menambah-nambahkan kepada Musa kemampuan untuk berbicara, bahkan kemampuan untuk mendengar suara Tuhan dan menyampaikannya. Bahkan Tuhan terus menambah-nambahkan Musa dengan berbagai karunia, ketajaman, keakuratan, kuasa, dan sebagainya.
Dan semua itu terjadi pada saat Musa mulai melangkah terlebih dahulu menuju ke Mesir. Melangkah bertemu dengan tua-tua Israel yang ada di Mesir, kemudian melangkah bertemu Firaun, dan pada saat melangkah memimpin bangsa Israel yang jumlahnya bisa jutaan orang. Musa tidak akan pernah mengalami pelengkapan dan pemberdayaan dari Tuhan yang luar biasa seandainya ia memutuskan untuk diam tanpa berani melangkah.
Mari umat Tuhan, ada banyak orang yang lebih pandai dan lebih baik, namun apabila Tuhan memilih kita sebagai umat-Nya itu karena Tuhan melihat ada potensi terpendam yang apabila disentuh oleh tangan Tuhan akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Namun semua itu tidak akan pernah terjadi apabila sebagai umat-Nya tidak berani melangkah mengikuti tuntunan Tuhan terlebih dahulu. Lakukan apa yang Tuhan perintahkan, bukan apa yang diri sendiri kehendaki.
Tuhan Yesus memberkati!
