Tetap Tangguh di Tengah Gempuran Musuh (Pesan Gembala, 9 Agustus 2026)

TETAP TANGGGUH DI TENGAH GEMPURAN MUSUH

2 Samuel 10:6-7  (6) Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang. (7) Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan.

Kisah ini diawali ketika Daud mengutus beberapa pegawainya untuk datang kepada Hanun, anak raja Amon, guna menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya raja Amon, mengingat ada hubungan baik antara Daud dengan raja Amon. Akan tetapi, kebaikan Daud tidak mendapat sambutan yang semestinya. Pemuka-pemuka Hanun mencurigai bahwa utusan raja Daud ini jangan-jangan adalah mata-mata yang sedang mengintai negeri mereka.

Lalu Hanun mengambil tindakan yang memermalukan utusan-utusan Daud dengan amat sangat, yaitu mencukur separuh janggut dan memotong pakaian mereka. Tindakan Hanun ini bagaikan upaya untuk “mencari gara-gara” menantang Daud untuk bermusuhan. Belum lagi, ia menyewa puluhan ribu tentara bayaran dari Aram, Maakha, dan orang-orang Tob untuk menggalang kekuatan. 

Yoab, panglima kerajaan Israel, kemudian mendapat mandat dari raja Daud untuk memimpin pasukan. Lalu ia menyusun strategi dengan membagi pasukannya jadi dua bagian untuk mengantisipasi datangnya serangan dari depan dan dari belakang.

Ia mengatur barisan bersama prajurit-prajurit pilihannya untuk berhadapan muka dengan orang Aram dari depan. Sedangkan sebagian pasukan lainnya ditempatkan di bawah pimpinan Abisai, adiknya. Perang kemudian berlangsung dengan sengit berakhir dengan kalahnya Aram dan Amon. 

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Meskipun peperangan rohani melawan si jahat adalah hal yang tidak asing terdengar bagi umat Tuhan, namun melalui pesan-Nya ini Tuhan memeringatkan agar umat Tuhan tidak menjadi lengah. Persiapkan diri untuk menghadapi berbagai gempuran musuh dari berbagai arah. Waspadai cara musuh melancarkan strateginya. Ia tidak selalu hadir dalam bentuk yang menyeramkan, karena musuhpun bisa menyamar sebagai malaikat terang.

Hanya mereka yang berjalan dalam tuntunan dan strategi Tuhan dan mengenakan seluruh selengkap senjata Allah yang akan memenangkan peperangan ini. Bagaikan pesawat tempur yang melakukan pertempuran di udara, kemenangan tidak semata-mata karena kecanggihan pesawatnya, namun ada sisi keterampilan pilot yang mahir dalam menggunakan semua fitur-fitur yang ada di dalam pesawat, dan keterhubungan pilot dengan pangkalan pusat. Ingat, bahwa orang percaya tidak bisa berjalan hanya dengan selalu mengandalkan mata yang melihat. Ada mata rohani yang perlu diaktivasikan.

Hari-hari ini musuh bisa bertindak dengan alasan apapun. Dari alasan yang bisa dimengerti sampai alasan yang tidak dapat dimengerti sama sekali. Bayangkan, tujuan raja Daud mengutus suruhannya kepada raja bani Amon adalah murni untuk menyampaikan pesan belasungkawa atas wafatnya raja Amon. Namun dibalas dengan menggalang kekuatan untuk menyerang Daud.

Oleh sebab itu, beberapa hal yang harus dipahami agar menjadi pribadi yang tetap tangguh menghadapi segala gempuran musuh, di antaranya adalah:

(1). Bangkitkan kesiapsiagaan sebagai seorang prajurit Tuhan

2 Samuel 10:9 (8) Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang. (9) Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnya sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu. 

Minimal ada tiga hal yang orang percaya perlu senantiasa sadari tentang status dirinya dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan, yaitu sebagai anak atau ahli waris Kerajaan Sorga yang berhak menerima janji-janji Tuhan, sebagai seorang pelayan Tuhan atau duta Kerajaan yang mewakili Sorga di bumi, dan sebagai prajurit Tuhan. Seorang yang telah diberikan Tuhan kuasa dan otoritas.

Prajurit adalah seorang yang dipanggil untuk berperang. Ada pihak musuh yang berusaha untuk menggagalkan rencana Tuhan. Apabila prajurit tidak melakukan peperangan, itu sama artinya dengan membiarkan musuh untuk memerluas wilayahnya, menduduki, merebut dan mencuri apa yang Tuhan percayakan pada umat Tuhan.

Ketika bani Amon menggalang kekuatan, maka Daud menyuruh Yoab panglimanya untuk bertindak. Yoab kemudian dengan ketajamannya mengatur strategi dan melakukan pemetaan kekuatan lawan. Ia membagi pasukannya menjadi dua bagian untuk mengantisipasi datangnya serangan musuh baik dari depan maupun dari belakang.

(2). Bangkitkan para prajurit-prajurit yang ada di sekitar kita untuk turut berperang

2 Samuel 10:10-11 (10) Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu. (11) Lalu berkatalah Yoab: “Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau.

Tidak banyak tercatat di Alkitab adanya keluarga yang isinya adalah orang-orang yang selain mengabdi kepada raja, juga memiliki kemampuan berperang yang sangat baik. Keluarga itu adalah keluarga Zeruya, saudara perempuan Daud. Zeruya memiliki anak bernama Yoab, panglimanya Daud. Adiknya adalah Abisai, salah seorang pemimpin pasukan. Lalu ada Asael adiknya yang memiliki kemampuan tempur dan lari yang sangat cepat.

Adalah tugas umat Tuhan untuk juga membangkitkan orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa. Mengingatkan kembali bahwa mereka adalah orang-orang yang telah diberikan kuasa dan otoritas oleh Tuhan.

Ingat kisah Nehemia. Apa yang dilakukan Nehemia ketika musuh datang untuk mengganggu jalannya pembangunan tembok Yerusalem? Ia mengobarkan semangat di antara orang-orang yang bekerja untuk turut bersiaga memertahankan dan berperang melawan pihak-pihak yang mencoba mengganggu rencana Tuhan yang sedang berlangsung. Tangan yang satu memegang perkakas, tangan yang satu memegang senjata.

Mari jemaat Tuhan, sesuatu yang terjadi di alam jasmani, terjadi terlebih dahulu di alam rohani. Ketika Tuhan melalui pesan-Nya ini memeringatkan terlebih dahulu akan adanya pihak musuh yang tanpa alasan mencoba menyerang, maka selayaknya bangkitkan kesiapsiagaan di dalam diri setiap pribadi masing-masing. Kobarkan semangat keprajuritan di antara orang-orang dekat untuk berjaga-jaga akan segala tipu muslihat iblis. Selamat berperang!

Tuhan Yesus memberkati! 

Tetap Tangguh di Tengah Gempuran Musuh (Pesan Gembala, 9 Agustus 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-