PERLUASAN WILAYAH TERJADI SEIRING DENGAN PERLUASAN KUALITAS DIRI
Yesaya 54:2-3 (2) Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! (3) Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.
Yesaya pasal 54 ini berlatar belakang pada konteks pembuangan bangsa Israel (Yehuda) di Babel. Bangsa Israel waktu itu sedang berada dalam masa pembuangan dan penderitaan akibat hukuman Tuhan atas dosa-dosa yang mereka lakukan.
Nabi Yesaya menyampaikan kata-kata penghiburan dan harapan bagi umat Tuhan yang sebelumnya merasa ditinggalkan dan merasa hidupnya sudah selesai. Tuhan berjanji akan mengumpulkan kembali umat-Nya dengan belas kasihan yang besar. Umat yang mandul akan mengalami pemulihan jumlah yang besar dan perluasan wilayah.
Satu perintah yang Tuhan sampaikan adalah agar mereka bersiap-siap untuk melapangkan (memerbesar) tempat kemah mereka. Prinsip penting yang harus diperhatikan adalah: ketika Tuhan mau memberikan pertambahan jumlah dan perluasan, pertama-tama wadahnya harus disiapkan terlebih dahulu, barulah kemudian Tuhan mengisinya.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Seperti halnya umat Tuhan merindukan terjadinya perluasan dan pertambahan dalam hidupnya, demikian pula Tuhan. Dan demi dapat digenapinya hal itu dalam hidup umat-Nya, Tuhan mau memastikan, bahwa sebelum perluasan terjadi, kapasitas dari wadah atau kemampuan dari umat yang akan menerimanya harus tersedia terlebih dahulu. Supaya apa yang Ia berikan tidak menjadi sia-sia.
Beberapa prinsip yang perlu dipahami agar sebelum Tuhan memerluas bagian luar, umat Tuhan dapat memersiapkan bagian yang dalam terlebih dahulu. Di antaranya adalah:
(1). Perluasan adalah bukan tentang Tuhan sekedar memberikan pertambahan bagi umat-Nya, melainkan tentang Tuhan membuat diri pribadi umat-Nya menjadi bertambah baik dahulu
Yesaya 54:1-2 (1a) Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! … (2) Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; …
Pada ayat 1 sudah dipaparkan bahwa Tuhan berjanji akan membuat bangsa Israel, umat Yehuda, tidak mengalami kemandulan lagi. Mereka yang belum pernah mengalami persalinan, suatu hari akan mengalaminya, yang otomatis diikuti dengan pertambahan jumlah. Dan makna dari “mandul” menjadi “bersalin” ini bukan semata-mata tentang memiliki anak dalam pengertian keturunan saja, namun bisa dalam pengertian yang lebih luas.
Artinya, apapun “kemandulan-kemandulan” yang sedang dialami umat Tuhan selama ini, misalnya mandul ekonomi, mandul hikmat, mandul ide, mandul kesembuhan, mandul komunikasi dan relasi, dan sebagainya. Melalui pesan-Nya ini Tuhan sedang mengatakan bahwa Ia akan membukanya agar menjadi tidak mandul lagi. Artinya akan ada “kandungan” yang terisi, yang suatu hari akan terjadi persalinan.
Namun satu hal yang perlu dipahami umat Tuhan adalah, bahwa Tuhan bukan semata-mata ingin memberikan pertambahan kepada umat-Nya, melainkan rindu agar umat-Nya memersiapkan diri menjadi pribadi yang kapabel terlebih dahulu. Tuhan tidak memberikan perluasan pada seseorang yang tidak bisa mengelolanya dengan baik untuk kepentingan Kerajaan Sorga.
(2). Perluasan memerlukan kerelaan untuk “meregangkan” diri di dalam banyak aspek
Yesaya 54:2 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Apabila seseorang menyadari bahwa di hari-hari ke depan akan terjadi penambahan jumlah, baik jiwa maupun berbagai benda yang indah, masuk mengisi ke dalam tenda, maka tendanya harus diperbesar terlebih dahulu. Ternyata memerbesar tenda tempat kediaman itu bukanlah hal yang sederhana.
Ada bahan kain tenda, baik untuk atap maupun untuk dinding sekeliling, yang perlu ditambahkan atau disambungkan terlebih dahulu. Lalu ada tali tenda yang harus diperpanjang sesuai ukuran baru yang dibutuhkan. Ada patok-patok atau pasak baru yang lebih besar dan kokoh yang harus disiapkan untuk dipancangkan ke dalam tanah. Artinya, demi untuk dapat menampung hal-hal yang baru, ternyata banyak hal yang harus disiapkan untuk diregangkan.
Dan ini bermakna rohani tentang adanya iman yang harus diperbesar, ketaatan yang harus berani dilaksanakan, kesabaran yang harus ditingkatkan, cara pandang yang harus lebih lagi diselaraskan dengan cara pandang Tuhan, ada pengurapan Roh Kudus yang harus ditambah-tambahkan. Dan ingat, jangan pernah menghemat atau menahan-nahannya.
Mari jemaat Tuhan, janganlah terlampau larut dalam eforia kegembiraan atas janji perluasan Tuhan atas umat-Nya ini. Mari responi dengan segera melakukan persiapan atas wadah yang dimiliki saat ini. Pastikan wadahnya luas dan dalam kondisi bersih yang siap untuk menampung hal-hal yang indah dan besar dari Tuhan. Jangan segan-segan untuk melakukan peregangan atas beberapa aspek dalam diri yang selama ini belum teraktifasi dengan baik. Selamat memersiapkan wadah!
Tuhan Yesus memberkati!
