Hati-Hati dengan Pandangan Mata yang Menipu (Pesan Gembala, 25 Oktober 2026)

HATI-HATI DENGAN PANDANGAN MATA YANG MENIPU!

Kisah Para Rasul 16:16-18 (16) Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. (17) Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.”

Seperti telah diketahui, iblis adalah pribadi yang menipu. Yesus sendiri dalam Yohanes 8:44 telah mengatakan bahwa iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta. Apapun yang iblis katakan, lakukan, dan tampilkan adalah kebohongan. Itulah sebabnya, sangat penting bagi orang percaya untuk menjadi orang-orang yang tidak mudah dikelabui oleh tindakan-tindakannya.

Ada peribahasa di negara barat:“forewarned is forearmed,” yang artinya bertindak waspada di awal adalah sama seperti orang yang sudah dipersenjatai terlebih dahulu. Pepatah ini memeringatkan siapapun agar jangan sampai menjadi orang yang jatuh gara-gara bertindak tidak hati-hati. Ketidaktajaman akan mengakibatkan kejatuhan.

Bersyukur untuk Roh Kudus yang memeringatkan orang percaya untuk berawas-awas. Bahwa di waktu-waktu kemudian akan ada orang-orang percaya yang begitu mudah untuk disesatkan (1 Tim. 4:1). Ada orang-orang percaya yang akan begitu mudah terpikat oleh tampilan-tampilan yang memukau.

Dunia di masa sekarang sangat mengedepankan apa yang terlihat oleh mata. Tampilan di berbagai media menggunakan kekuatan daya tarik mata sebagai ukuran bagi orang-orang untuk mengambil keputusan. Karena pada dasarnya manusia memang seperti itu. Melihat terlebih dahulu apa yang tampak di depan mata.

Beberapa alasan mengapa pandangan mata seseorang bisa menipu? Pertama, karena manusia umumnya cenderung menilai segala sesuatu dari sisi luarnya saja. Kedua, manusia terpengaruh oleh standar dunia. Dunia mengajari manusia untuk terbiasa melihat apa yang terlihat menguntungkan. Ketiga, manusia memiliki keterbatasan waktu. Manusia hanya melihat apa yang terjadi “hari ini,” sedangkan Tuhan melihat masa depan dan gambaran besarnya (the big picture).

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Lagi-lagi melalui pesan-Nya ini, Tuhan sedang memeringatkan umat-Nya untuk berhati-hati berjalan (khususnya di hari-hari ke depan) apabila hanya mengandalkan penilaian pandangan mata jasmani semata-mata. Entahkah seperti apa bentuk tawarannya, dibutuhkan kehati-hatian dan kepekaan yang senantiasa dibangun untuk mengatasinya. Ada “tipuan ular” seperti yang dulu pernah terjadi pada Hawa. Buah yang ditawarkan itu memang terlihat sangat menarik.

Ada istilah psikologi yang disebut dengan “optical illusion” (ilusi optik). Ini adalah fenomena yang bisa terjadi pada siapapun, di mana apa yang dilihat oleh mata berbeda dari kenyataan fisik yang sebenarnya, karena adanya kesalahan dalam menafsirkan informasi visual yang dikirim oleh mata. Dan ini bisa terjadi pada kehidupan kerohanian seseorang.

Beberapa hal yang perlu dipahami agar orang percaya tidak mudah terkecoh dengan pandangan-pandangan mata yang mengesankan, untuk akhirnya membelokkan jalan seseorang, di antaranya adalah:

(1). Selalu biasa mengarahkan pandangan kepada hal-hal yang dari Tuhan

Kisah Para Rasul 16:6-7 (6) Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. (7) Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

Di tengah keberadaannya di kota Filipi, rasul Paulus merasa terganggu oleh seorang perempuan tenung yang terus memuji-muji dirinya sebagai hamba Alllah yang Maha tinggi, yang memberitakan jalan kepada keselamatan. Meskipun apa yang dikatakan perempuan itu secara teknis benar, namun pujian dari sumber okultisme/setan dapat menyesatkan orang banyak.

Rasul Paulus mengenali bahwa roh tenung yang menguasai perempuan itu adalah roh ular piton (pneuma pythona). Maka dengan kuasa dan otoritas Tuhan Yesus, rasul Paulus memerintahkan roh tersebut untuk keluar dari perempuan itu, dan roh itu langsung keluar pada saat itu juga.

Kepekaan yang dimiliki rasul Paulus ini tidak dicapai dalam waktu sehari. Butuh suatu relasi yang baik dan perjalanan yang penuh ketaatan hari lepas hari kepada Tuhan. Ketika ia hendak menginjil ke wilayah Frigia, Roh Kudus mencegahnya, maka ia batalkan. Ketika ia hendak menginjil ke wilayah Bitinia, Roh Kudus mencegahnya, dan ia taat. Hingga pada suatu malam rasul Paulus menerima penglihatan dari Tuhan untuk pergi ke Makedonia, maka tahulah ia bahwa Tuhan memanggil ia dan rekan-rekan untuk pergi ke Makedonia.

(2). Selalu memandang sambil memegang apa yang Tuhan telah janjikan

Kisah Para Rasul 16:9-10 (10) Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Jadi, berdasarkan penglihatan dari Tuhan, maka segera menyeberanglah rasul Paulus ke Wilayah Makedonia. Apapun yang akan terjadi di sana, ia tahu bahwa Tuhan punya maksud yang luar biasa. Hanya saja ia belum mengetahui seperti apa. Entahkah perjalanan akan berlangsung mulus ataukah tidak. Jadi sekalipun tuntunan datang dari Tuhan, tantangan bisa saja mewarnai.

Keluarga yang pertama dilayani di sana adalah keluarga Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Tuhan. Selanjutnya adalah peristiwa pengusiran roh piton atas seorang perempuan tenung yang mengakibatkan rasul Paulus dan Silas harus dijebloskan ke dalam penjara. Suatu keadaan yang sama sekali tidak mereka harapkan.

Namun bersyukur untuk pandangan mata yang baik yang dimiliki oleh rasul Paulus. Ia selalu melihat ada maksud Tuhan yang dahsyat di balik apapun kondisi yang ia alami. Matius 6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Artinya, apabila mau membuka mata untuk memandang, pastikan membukanya dengan hati yang penuh rasa kagum pada Tuhan. Hati yang memegang janji Tuhan. Bukan dari hati yang negatif.

Mari jemaat Tuhan, bersyukur untuk pesan Tuhan yang telah memberikan umat-Nya peringatan untuk berhati-hati di dalam melangkah menjalani hari-hari ke depan. Pandangan mata yang sehat (pandangan yang berasal dari hati yang sehat), akan membawa umat Tuhan kepada hal-hal yang luar biasa di tengah berbagai tantangan dan godaan yang mencoba menghadang. Selamat memandang sehat!

Tuhan Yesus memberkati!

Hati-Hati dengan Pandangan Mata yang Menipu (Pesan Gembala, 25 Oktober 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-