JANGANLAH TAKUT!
Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”
Rasa takut adalah pemberian Tuhan, sama dengan rasa lapar dan rasa ngantuk. Ini yang disebut dengan istilah rasa takut emosional yang merupakan rasa takut yang normal sebagai manusia, karena itu merupakan naluri yang dimiliki manusia sebagai makhluk hidup.
Namun yang penting adalah jangan sampai hidup terintimidasi oleh ketakutan atau dikuasai oleh ketakutan. Ketakutan seperti ini disebut dengan ketakutan spiritual. Jenis ini dapat menjadi penghalang bagi orang percaya untuk melakukan sesuatu yang besar ataupun dalam mencapai tujuan Tuhan atas hidupnya.
Ayat di atas merupakan perkataan Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yesaya bagi bangsa Israel yang berada jauh di pembuangan di bawah penindasan di negeri asing, yaitu Babel.
Bangsa Babel telah menghancurkan banyak hal milik Israel, seperti kota-kotanya dan membakar bait suci mereka, dan membawa mereka ke pembuangan, sehingga ada kalanya mereka bertanya-tanya: Apakah Tuhan sudah tidak lagi peduli kepada mereka? Apakah Tuhan telah benar-benar meninggalkan mereka?
Maka melalui seruan nabi Yesaya ini, Tuhan mau meyakinkan mereka dan menanggapi ketakutan yang sedang bangsa Israel rasakan di bawah penguasa Babel, dengan mengatakan: “Janganlah takut, Aku akan menolong Engkau.” Bahkan di Yesaya 41:10-14 Tuhan sampai perlu mengulangi jaminan ini tiga kali.
Tuhan tidak sekedar mengatakan “jangan takut,” namun selalu diikuti dengan hal besar di balik ucapan-Nya. Kata “jangan takut“ dalam bahasa Ibraninya adalah ‘al-yare, artinya jangan gemetar melihat realita lawan yang dihadapi atau realita kehidupan yang dihadapi. Dan benar, suatu hari Tuhan membangkitkan kekuatan baru, yaitu Koresh, raja Persia. Melalui Koreshlah bangsa Israel pulang dari pembuangan.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Entah apa yang sedang masing-masing umat-Nya sedang alami atau hadapi hari-hari ini, atau mungkin sesuatu tentang hari-hari ke depan yang sedang dipikirkan atau digumulkan, namun yang pasti, Tuhan Maha mengetahui, dan Ia bahkan lebih mengetahuinya dari apa yang umat-Nya ketahui tentang dirinya. Satu kalimat singkat dari Tuhan untuk merangkum semua situasi itu, dengan mengatakan kepada umat-Nya: “Janganlah takut!”
Seperti ketika Tuhan mengatakannya kepada bangsa Israel, hal yang sama pula Tuhan sampaikannya kepada umat-Nya hari ini. Ia tidak sekedar mengatakan “janganlah takut!” begitu saja, namun Ia juga menjanjikan datangnya pertolongan atas umat-Nya.
Beberapa hal yang perlu dipahami umat Tuhan berkaitan dengan pesan ini, di antaranya adalah:
(1). Ada Pribadi Tuhan yang seharusnya menjadi fokus umat-Nya
Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”
Apa yang menjadi dasar nabi Yesaya mengatakan agar bangsa Israel tidak menjadi takut dan kuatir tentang keadaan yang mereka sedang hadapi? Alasannya bukan karena ide yang berasal dari diri Yesaya, namun karena ada Nama besar Tuhan yang menjaminnya. Dari 3 ayat yang berturut-turut ditulis di sepanjang ayat 10, 13, 14 tentang “jangan takut,” semua perkataan diucapkan dan dijamin dengan nama Tuhan.
Ketika Musa disuruh Tuhan untuk pergi ke Mesir menghadap Firaun dengan tujuan meminta agar Firaun membebaskan umat Israel, Musa merasa sama sekali tidak yakin. Ia ragu apabila ditanya siapa yang menyuruhnya. Tuhan lalu memberikan jaminan nama-Nya kepada Musa. “Beginilah kaukatakan kepada mereka itu: Akulah Aku telah mengutus aku kepadamu.” (Keluaran 3:14).
Demikian halnya, ketika Tuhan menyampaikan pesan-Nya dengan berkata: “Janganlah takut!” Ia langsung memberikan jaminan menggunakan nama-Nya sendiri agar umat-Nya tidak usah takut. Ada proteksi dan tindakan yang akan Tuhan lakukan. Sekarang kuncinya adalah sejauh mana umat Tuhan menghargai dan mengenal nama atau pribadi Tuhan? Keterhubunganlah yang harus senantiasa dibangun.
(2). Ada tangan Tuhan yang siap untuk menuntun kita
Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu …
Kata “memegang” (Ibr. Hazaq) disini bukan sekedar memegang biasa, tetapi memegang dengan kencang dan mengikat. Kalau cuma memegang, masih bisa lepas jika ditarik dari dua arah yang berlawanan, tetapi Hazaq disini memegang dan diikatnya pegangan tangan umat-Nya dengan tangan-Nya, sehingga tidak mungkin terlepas oleh goncangan maupun tarikan apapun.
Seperti itulah pegangan tangan Tuhan atas anak-anak-Nya. Seperti seorang ayah atau ibu yang memegang erat tangan anaknya yang masih kecil ketika hendak menyeberang jalan. Begitu protektif melindungi. Ikatan hazaq akan membawa umat Tuhan mengalami keberanian, keperkasaan, keteguhan hati. Dan hazaq ini hanya terjadi pada umat yang memiliki hati yang tulus dan polos seperti anak-anak yang rindu untuk mendekat.
Adakah alasan bagi umat Tuhan untuk menjadi takut apabila Tuhan yang dahsyat mengatakan bahwa Ia akan menggenggam tangan umat-Nya dengan genggaman yang begitu erat?
Mari jemaat Tuhan, apapun kondisi yang sedang dihadapi hari-hari ini, termasuk menyongsong hari-hari di depan yang belum diketahui, Tuhan hari ini meyakinkan umat-Nya untuk tidak menjadi takut. Ia memberikan diri-Nya sendiri sebagai jaminan, ada ada tangan kuat Tuhan yang siap dan selalu memegangnya. Oleh sebab itu, melangkahlah dengan langkah yang tegap. Raihlah kemenangan demi kemenangan.
Tuhan Yesus memberkati!
