Berfungsi Sebagai Agen (Duta) Kerajaan Sorga (Pesan Gembala, 7 Juni 2026)

BERFUNGSI SEBAGAI AGEN (DUTA) KERAJAAN SORGA

2 Korintus 5:19-21 (19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (20) Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. (21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Sebagaimana ditulis rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Tuhan telah membuka pintu perdamaian bagi kita. Atas inisiatif Tuhan dan karena kasih-Nya yang tak terbatas, Tuhan memulihkan hubungan yang rusak dengan manusia lewat kematian Kristus di kayu salib. Kita yang dulu pernah jauh dari Tuhan, tetapi dalam kasih-Nya, Dia justru mengulurkan “tangan perdamaian” dengan tidak memerhitungkan pelanggaran dan dosa kita (2 Kor. 5:19).

Setelah menerima perdamaian Tuhan, kita bahkan diberi tugas penting untuk membawa misi perdamaian kepada orang lain. Kini mewakili Tuhan yang penuh kasih, kita sebagai utusan menawarkan pengampunan dan pemulihan kepada setiap orang yang percaya.

Kalimat kunci dari pesan Tuhan bagi kita ini terdapat dalam ayat 20, “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.” Dalam terjemahan aslinya, kata “utusan” disebut presbio, yang berarti seseorang yang bertindak sebagai perwakilan sah atau pembawa pesan atau duta yang secara resmi mewakili otoritas yang lebih tinggi.

Alkitab menyebutnya sebagai duta bagi Kristus (ambassador of Christ) atau sering disebut sebagai “duta Kerajaan Sorga.” Ketika kita dilahirkan kembali dalam Kristus, maka kita sudah tidak lagi disebut sebagai orang dunia, melainkan disebut sebagai warga Kerajaan Sorga. Kita dilahirkan baru dengan “darah kerajaan” mengalir di dalam tubuh kita.

Tugas seorang duta Kerajaan Sorga kurang lebih sama seperti tugas seorang duta besar yang ditempatkan oleh negara pengutus ke suatu negara lain. Tugas utamanya adalah: menjadi representasi wajah dan perwakilan resmi pemerintah negara pengirim, membuka jalur komunikasi antar negara, menjadi pintu perdamaian, membawa kepentingan dari negara yang mengutusnya, dan memerkenalkan dan mempromosikan budaya dan citra negara asalnya

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Apapun situasi yang sedang terjadi, Tuhan mau kita umat-Nya senantiasa menyadari akan status dan fungsi sebagaimana seharusnya yaitu sebagai duta atau agen Kerajaan Sorga.

Bersyukur pesan Tuhan yang kembali mengingatkan orang percaya akan statusnya. Sebab orang percaya bisa saja menjadi lupa akan status siapa dirinya sebenarnya di hadapan Tuhan. Karena berbagai perkara sehari-hari yang umat Tuhan hadapi semua terjadi di bumi, berita-berita yang di dengar kebanyakan berita yang terjadi di bumi, data diri pun tercatat sebagai bagian dari penduduk bumi, dan sebagainya. Hal-hal ini membuat orang bisa lupa akan statusnya sebagai duta Kerajaan Sorga.

Itulah sebabnya, rasul Petrus suatu hari perlu menulis surat ditujukan kepada orang-orang percaya yang berada di perantauan dengan segala permasalahannya dengan tujuan mengingatkan kembali orang-orang percaya akan status mereka sebagaibangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, dan sebagai umat kepunyaan Allah sendiri dengan segala tanggung jawabnya (1 Petrus 2:9).

Jadi, pesan Tuhan ini bukan sekedar mengingatkan akan status kita semata-mata, namun juga sekaligus mengingatkan bahwa ada fungsi yang harus kita jalankan berkaitan dengan status sebagai perwakilan Sorga di bumi.

Beberapa benefit yang orang percaya perlu ketahui ketika ia memerankan dengan baik perannya sebagai seorang duta bagi Kerajaa Sorga, di antaranya adalah: imunitas diplomatik (kekebalan hukum), perlindungan dari Kerajaan yang mengutusnya (wilayah dimana ia ditempatkan menjadi wilayah hukum Kerajaan Sorga), menerima providensia/penyediaan atau pemeliharaan dari Kerajaan yang mengutusnya, mengalami pembelaan ketika berada dalam kesulitan, dan kepadanya dibukakan rahasia-rahasia Kerajaan yang orang biasa tidak mendapatkannya.

Beberapa hal yang harus dipahami orang percaya berkaitan dengan statusnya sebagai duta Kerajaan Sorga, agar benar-benar menjalankan fungsinya ketika ditempatkan di bumi, di antaranya adalah:

(1). Menyadari untuk senantiasa membawa pengaruh Kerajaan Sorga ke bumi

2 Korintus 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan Tuhan mau kita menjadi utusan-utusan Kerajaan Sorga untuk memerdamaikan mereka yang belum di dalam Kristus. Ada gaya hidup berbeda yang harus kita perkenalkan. Salah satu teks dalam Doa Bapa Kami: “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga” adalah tentang menghadirkan sebuah pemerintahan Kerajaan Sorga di bumi.

Ketika Kerajaan Sorga hadir ke bumi, tujuannya bukan semata-mata menjalani gaya hidup Kerajaan Sorga saja, namun juga memerdekakan orang-orang di bumi dari segala belenggu kerajaan kegelapan yang telah lama membelenggunya (kuasa iblis dipatahkan, belenggu-belenggu si jahat dilepaskan, dosa diampuni) lalu dijadikan ciptaan baru dan diperlengkapi dengan kuasa.

Ini yang Tuhan mau kita melakukannya, yaitu bergerak sambil memberikan pengaruh cara hidup benar. Dan tugas itu dipercayakan dari sejak awal kepada Gereja. Kata “gereja” atau eklesia memiliki arti orang-orang dipanggil ke luar untuk melakukan tugas dari yang mengutusnya. Zaman dahulu, ketika kerajaan Romawi melakukan invasi ke suatu wilayah, dikatakan mereka sedang melakukan eklesia. Artinya, mereka bukan hanya sekedar menguasai wilayah, namun juga mengubahkan kultur wilayah yang baru dimasuki dengan kultur mereka. Itulah prinsip eklesia yang dilakukan gereja di masa sekarang.

(2). Menyadari  bahwa kita adalah kawan sekerjanya Tuhan (God’s coworker)

2 Korintus 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami;  …

Dulu pada waktu belum di dalam Tuhan atau belum mengenal Kristus kita itu bukan siapa-siapa. Namun setelah diperdamaikan dengan kematian Yesus di kayu salib kita diselamatkan dan dijadikan sebagai kawan sekerja-Nya Tuhan, yaitu partner untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Kata “partner” atau metochos memiliki arti bahwa kita tidak bekerja sendirian, namun bekerja bersama-sama Tuhan.

Contoh yang mudah dipahami untuk hal ini adalah jaringan usaha waralaba atau franchise. Di mana setiap cabang perusahaan ini berdiri, maka seluruh standar mulai dari bentuk bangunan, penataan, penyajian, hingga rasa harus selaras dengan apa yang sudah ditetapkan oleh pusat. Apakah pusat akan membantu apabila ada perusahaan cabang yang mengalami kesulitan? Sudah pasti, sejauh masing-masing pihak sudah berkomitmen untuk saling mengikatkan diri satu sama lain dalam ikatan perjanjian.

Sayangnya masih banyak orang percaya yang belum menyadari bahwa mereka adalah bagian dari Kerajaan Sorga yang dipilih untuk menjadi rekan sekerja-Nya Tuhan. Masih banyak orang-orang percaya yang hanya sebatas menyadari status mereka yang ada di bumi, lalu membawa segala kepentingan dan permasalahan mereka yang ada di bumi kepada Tuhan.

Mari jemaat Tuhan, sudahkah kita menjadi duta yang membawa kepentingan Kerajaan Sorga ke bumi ataukah masih menjadi perwakilan bagi diri sendiri? Bersyukur untuk pesan Tuhan yang mengingatkan umat-Nya akan status yang luar biasa ini. Ini pula yang selanjutnya akan mengubahkan cara pandang dan cara kita bergerak di bumi ini.

Tuhan Yesus memberkati!

Berfungsi Sebagai Agen (Duta) Kerajaan Sorga (Pesan Gembala, 7 Juni 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-