Bangun Otot Spiritualmu! (Build Your Spiritual Muscle!) (Pesan Gembala, 16 Agustus 2026)

BANGUN OTOT SPIRITUALMU! (BUILD YOUR SPIRITUAL MUSCLE!)

1 Timotius 4:7-8 (7) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. (8) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Surat ini dikirimkan rasul Paulus kepada Timotius berkaitan pada waktu itu banyaknya pelayan-pelayan Tuhan yang awalnya memiliki komitmen yang tinggi kepada Tuhan disertai dengan karunia rohani yang luar biasa, kemudian murtad dari iman dan beralih menjadi penyesat dengan ajaran-ajarannya yang “aspal” (ay. 1).

Penyebab terjadinya kemunduran iman yang demikian luar biasa, salah satunya adalah kondisi dunia. Dunia dengan segala keinginannya dan cara berpikirnya mencoba memasuki gereja Tuhan. Efesus, sebuah kota perdagangan yang dipenuhi oleh kuil-kuil penyembahan dengan segala prinsip pengajaran dan filsafatnya mencoba masuk dengan cara halus untuk menyesatkan umat Tuhan.

Ingat, pesan Tuhan minggu lalu tentang cara si musuh menyerang. Mereka tampil bukan dengan sosok yang menyeramkan, namun dengan pura-pura menyelaraskan nilai. Musuh seolah-olah menyetujui nilai-nilai Kerajaan yang dianut gereja Tuhan, untuk kemudian membelokkannya. Itulah yang hari-hari ini dilakukan si penyesat terhadap orang-orang percaya yang “lemah di barisan belakang.”

Untuk mengantisipasi hal-hal yang demikian, maka lewat suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menasihatkan agar umat Tuhan sungguh-sungguh melatih diri membangun “otot-otot spiritual” mereka. Melatih yang dimaksud adalah bukan sekedar rajin, tetapi membangunnya hingga menjadi kuat, terampil dan berhasil mencapai maksud dan tujuan Tuhan.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Orang percaya dan gereja Tuhan diperhadapkan dengan kenyataan yang sedang terjadi di dunia saat ini dimana arus “penyesatan” begitu deras mencoba masuk ke dalam banyak aspek kehidupan manusia termasuk ke kehidupan rohani. Lagi-lagi ini soal peperangan rohani. Orang percaya jangan berpuas diri dengan sekedar memiliki status sebagai orang Kristen yang aktif atau seorang yang rajin beribadah, melainkan apakah sudah menjadi orang percaya terlatih yang memiliki hubungan dengan Tuhan. Pribadi prajurit-prajurit yang “otot-otot” rohaninya terbangun.

Kata “latihlah” dalam 1 Timotius 4:7 berasal dari kata gumnazo”(γυμνάζω), yang berarti melatih diri dengan giat, mendisiplinkan tubuh dan membangun otot seperti seorang atlet. Dari kata gumnazo inilah lahir kata “gimnasium” atau “gym”.

Rasul Paulus memakai istilah ini sebagai kiasan agar Timotius dan umat yang digembalakannya mendisiplinkan hidup kerohaniannya dengan intensitas yang sama seperti atlet yang melatih fisiknya, membangun “otot rohaninya,” hingga mencapai tujuan utama Tuhan. Inilah tujuan ibadah yang dimaksud ayat 7 tadi. Ada pencapaian tujuan yang terlihat nyata. Kondisi rohani yang spiritually fit.

Beberapa hal yang harus dipahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini agar orang percaya dapat terbangun “otot spiritualnya,” di antaranya adalah:

(1). Otot spiritual yang sehat tidak dapat dibentuk dari segala hal yang masuk

1 Timotius 4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Untuk bisa membangun tubuh yang sehat dan otot-otot yang terbangun baik, seseorang tidak bisa hanya mengkonsumsi apa yang ia suka, dan tidak mengkonsumsi apa yang tidak ia sukai. Ada makanan dengan kandungan tertentu yang harus dihindari sekalipun ia menyukainya, dan ada yang perlu untuk dikonsumsi sekalipun mungkin ia tidak menyukainya.

Apabila umat Tuhan ingin bertumbuh sebagai seorang pemercaya Kristus yang bertumbuh, ingin mengenal Tuhan, dan ingin mencapai lebih banyak hal bagi Tuhan, maka harus sungguh-sungguh dan berani melakukan seleksi. Apabila ada prinsip-prinsip yang salah, haruslah berani untuk menolaknya karena firman Tuhan telah mengatakannya. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa ada yang harus dijauhi, dan ada yang harus dilatih.

Apabila ada cara berpikir yang tidak selaras dengan prinsip Kerajaan Sorga, maka haruslah berani mengucapkan “selamat tinggal” pada pemikiran yang tidak sehat tersebut. Ingat, mengiring Tuhan adalah bukan tentang apa kata diri sendiri, melainkan tentang apa kata Tuhan, kehendak-Nya, rencana-Nya, dan tujuan-Nya.

(2). Otot spiritual yang sehat dibentuk melalui keputusan untuk bertindak

1 Timotius 4:8-10 (8) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. (9) Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. (10) Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Data statistik bisnis pusat kebugaran jasmani baik di Indonesia maupun di negara lain pasca pandemi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa latihan badani yang terbatas gunanya saja begitu digemari, karena banyak orang rindu untuk menjalani hidup sehat. Namun apakah tren pertumbuhan tempat “latihan ibadah” yang mengandung janji Tuhan juga sama diminatinya?

Sebagaimana para atlet datang dengan suatu keputusan untuk berubah dengan membangun otot tubuhnya, demikian pula seharusnya orang percaya datang untuk membangun “otot spiritualnya.” Ada keputusan-keputusan yang harus diambil untuk berubah dan bertumbuh menjadi seperti yang Tuhan kehendaki, dan ada keputusan untuk mewujudkan apa diterima dalam ibadah ke dalam suatu tindakan nyata.

Otot spiritual juga terjadi ketika seorang percaya dalam ketaatan melakukan sesuatu yang mungkin tidak ia sukai, namun ia menyadari bahwa itu merupakan perintah Tuhan yang harus ia lakukan. Atau ketika seorang percaya tetap berespon benar sekalipun ia belum memeroleh jalan keluar.

Mari umat Tuhan, sebagai prajurit-prajurit Tuhan yang berada di tengah medan peperangan rohani, umat Tuhan harus selalu berada dalam kondisi fit rohani. Sebagaimana para atlet giat berlatih mengembangkan otot-otot tubuhnya untuk memaksimalkan kemampuannya dalam menjalani pertandingan, demikian pula orang-orang percaya harus terus mengembangkan “otot-otot spiritualnya” agar menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, waspada, serta tajam menangkap apa yang Tuhan kehendaki. Selamat berlatih!

Tuhan Yesus memberkati!

Bangun Otot Spiritualmu! (Build Your Spiritual Muscle!) (Pesan Gembala, 16 Agustus 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-