Bangun Devotion (Kehidupan Bersaat Teduh) yang Benar (Pesan Gembala, 31 Mei 2026)

BANGUN DEVOTION (KEHIDUPAN BERSAAT TEDUH) YANG BENAR

Mazmur 142:1-3 (2) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. (3) Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.

Daud adalah contoh seorang yang memiliki devotion atau kehidupan saat teduh yang benar kepada Tuhan. Mazmur 142 ini adalah salah satu peristiwa tidak mudah yang dialami Daud. Boleh dikatakan kisah dalam Mazmur ini adalah salah satu momen terendah dalam hidupnya. Dan kondisi ini sangat tepat untuk menjelaskan makna devotion.

Ayat pertama sudah cukup menjelaskan situasinya, yaitu: Nyanyian pengajaran ketika Daud sedang berada di dalam gua. Gua yang dimaksud ini adalah gua Adulam (1 Samuel 22), tempat Daud bersembunyi pada waktu ia sedang berada di pelarian dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya.

Setelah mengalahkan Goliat, semua mata orang-orang tertuju pada Daud. Suatu lompatan besar terjadi dalam hidup Daud. Dari seorang penggembala kambing-domba menjadi seorang penyelamat bangsa.

Musuh-musuh takut kepada Daud. Orang-orang menghormati Daud. Namun pada saat yang sama, ada satu orang yang membencinya. Itulah Saul. Dia membenci Daud. Dari situ timbul keinginan untuk membunuh Daud. Maka dimulailah pengejaran Saul atas Daud. Dan singkat cerita, suatu kesempatan bersembunyilah Daud di gua Adulam.

Apa yang terjadi selanjutnya di dalam gua Adulam, kitab 1 Samuel 22 sudah tidak menceritakan dengan rinci. Namun satu pasal berikutnya, tercatat hasilnya, bahwa Daud sudah bersama dengan 400 orang prajurit-prajuritnya yang gagah berani, yang sebelumnya mereka adalah orang-orang bermasalah yang turut bersembunyi di dalam gua.

Jadi nyatalah, bahwa di dalam gua Adulam masalah besar yang dialami Daud tidak membuatnya Daud terpuruk dan kendor. Daud malah mendapatkan kekuatan baru, dan bahkan memiliki pengikut-pengikut yang luar biasa. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam gua? Mazmur 142 akan menjelaskannya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Sesuatu yang tampaknya biasa, akan berdampak luar biasa apabila dilakukan dengan benar. Kehidupan bersaat teduh (devotion) yang tampaknya sederhana, apabila dilakukan dengan benar, akan menghasilkan perkara-perkara yang dahsyat. Itulah sebabnya, hari ini, ketika orang-orang percaya melakukan devotion dengan benar akan menghasilkan perkara-perkara yang luar biasa, sama seperti hasil Daud ketika ia keluar dari gua Adulam.

Mengacu pada pesan Tuhan minggu lalu, yaitu “Apabila Tuhan belum menyatakannya selesai, jangan kita yang menyatakannya selesai,” menyatakan bahwa banyak kekendoran dalam “berlomba” telah terjadi pada tidak sedikit orang-orang percaya. Kebanyakan penyebabnya adalah faktor-faktor eksternal (orang lain, pasangan, keadaan, dan sebagainya).

Apabila faktor eksternal selalu dijadikan penyebab kekendoran, betapa akan terpuruknya Daud mengingat banyak sekali faktor eksternal yang menghimpitnya. Namun tidak demikian, melalui kehidupan devotionalnya yang dibangun dengan benar, Daud telah mengubah keadaan. Seperti apakah kalau begitu kehidupan devosional benar yang dibangun oleh Daud?

Beberapa hal yang perlu dipahami berkaitan dengan devotion ini, di antaranya adalah:

(1). Devotion adalah tentang mendedikasikan hidup kepada Tuhan

Mazmur 142:5 (142-6) Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!”

Ada perbedaan besar antara Daud dengan 400 orang-orang yang sama-sama bersembunyi dalam hal “siapa” yang telah menjadi tempat persembunyiannya. Bagi yang 400 orang, kokohnya gua Adulam telah menjadi tempat persembunyian yang aman, namun bagi Daud tempat persembunyianya adalah Tuhannya.Ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku..” (God is my refuge).

Kalau tebalnya gua hanyalah tempat perlindungan fisik dari serangan musuh, cuaca yang buruk, atau ancaman bahaya apapun, maka “God is my refuge” merujuk kepada proteksi dari apapun badai yang melanda kehidupan. “God is my refuge” juga berarti Tuhan sebagai sumber kekuatan.

Jadi pada waktu Daud melakukan devotion, sesungguhnya ia sedang menyelaraskan kembali jalan hidupnya di hadapan Tuhan sebagai pemilik dan perencana atas hidupnya. Dan ini yang membuat ia kembali kuat dan semangat. Ia sadar bahwa hidup yang ia jalani adalah bukan tentang dirinya, tetapi tentang rencana Tuhan di dalam dirinya, dan rencana Tuhan atas 400 orang-orang yang bukan kebetulan ada di sekelilingnya. Devotion yang benar membuat seseorang bergairah dan tahu panggilan hidupnya.

(2). Devotion adalah tentang kejujuran dan mau menyelaraskan hati dengan firman Tuhan

Mazmur 142:2-3 (142-3) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. (142-4) Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.

Tanpa disadari, banyak orang percaya telah menghabiskan waktu-waktunya membaca firman Tuhan, namun jarang memerhatikan kesiapan “tanah” hatinya. Ingat perumpamaan Yesus tentang benih yang ditabur di atas tanah. Akibatnya firman dibaca, namun tidak mengalami perubahan hidup yang signifikan. Benci, iri, sombong, pahit, kecewa, kemarahan, dan sebagainya tetap mewarnai kondisi “tanahnya.”

Bagaimana dengan Daud ketika ia membangun devotion kepada Tuhan? Mungkin pada waktu awal ia masuk ke gua Adulam hatinya masih penuh dengan kekesalan, kemarahan, dan sebagainya. Hal pertama yang dilakukan Daud adalah mencurahkan keluhannya, menceritakan kesusahan, dan kondisi hatinya di hadapan Tuhan.

Elemen penting pertama dalam kehidupan devosional adalah mau jujur ​​kepada Tuhan. Dengan hati yang jujur, Daud mencurahkan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya. Daud menyampaikan semuanya kepada Tuhan, dengan tujuan bahwa ia ingin pulih dan terbebas dari segala kondisi hati yang salah (ayat 8).

Dan ketika seseorang mau jujur, ingin pulih, dan bersedia menata dari segala yang telah mencemari di hatinya, sesungguhnya ia sedang memberikan pintu akses kepada benih firman untuk jatuh di atas tanah yang sedang digemburkan agar dapat bertumbuh baik. Terbukti bahwa hasil devotion Daud kepada Tuhan adalah hati yang pulih dan dibaharui. Tidak ada kebencian Daud pada Saul atau siapapun.

Mari jemaat Tuhan, bersyukur kepada Tuhan untuk pesan tentang devotion ini. Ada kalanya orang percaya merasa bahwa ini adalah kewajiban rohani yang tidak pernah ia lewati sepanjang hari-hari hidupnya. Namun Tuhan menginginkan bahwa apa yang dilakukan ini bisa menghasilkan dampak yang luar biasa apabila dilakukan dengan benar. Daud mengalami pemulihan di hati, mendapat kekuatan baru, gairah yang baru, dan menangkap panggilan Tuhan atas hidupnya. Dan Tuhan sungguh berkenan pada Daud.

Tuhan Yesus memberkati!

Bangun Devotion (Kehidupan Bersaat Teduh) yang Benar (Pesan Gembala, 31 Mei 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-