Bergerak dalam Prioritas yang Benar (Pesan Gembala, 19 April 2026)

BERGERAK DALAM PRIORITAS YANG BENAR

Hagai 1:8 -9 (8) Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. (9) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Setelah bangsa Israel menjalani masa pembuangan selama tujuh puluh tahun di Babel, oleh raja Persia mereka diijinkan pulang kembali ke Yerusalem. Salah satu yang akan mereka lakukan adalah membangun kembali tembok Yerusalem yang telah roboh dan meletakan fondasi untuk pembangunan kembali Bait Suci.

Awalnya mereka meletakan dasar-dasar pembangunan dengan penuh semangat dan tekad yang kuat, namun ketika terjadi penentangan dari orang-orang Samaria dan tetangga-tetangga sekitar mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan pembangunan tersebut. Lamanya jangka waktu mereka menunda pembangunan itu adalah lima belas tahun.

Lima belas tahun bukanlah masa yang pendek. Alkitab mencatat, bahwa disepanjang masa itu bangsa Israel mengalami masa-masa yang penuh dengan berbagai hal (Hagai 1:6). Mereka menabur banyak, namun membawa pulang hasil yang sedikit, mereka makan dan minum tetapi tidak sampai merasakan apa yang disebut dengan puas dan kenyang, dan mereka berpakaian, tetapi badannya tidak sampai panas, mereka bekerja untuk mendapatkan upah, namun upah yang mereka bawa seperti ditaruh di dalam pundi-pundi yang berlobang.

Sampai akhirnya Tuhan mengingatkan mereka melalui nabi Hagai bahwa penyebab semuanya itu terjadi bukanlah semata-mata masalah kesulitan hidup, tetapi masalah pengaturan prioritas dalam menjalani kehidupan.

Nabi Hagai tidak mengatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tidak mau mengerjakan apa-apa. Terbukti, mereka sibuk melakukan banyak aktifitas, namun sayangnya mereka hanya sibuk dengan urusan diri mereka masing-masing.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Bersyukur bahwa Tuhan senantiasa memerhatikan umat-Nya. Tuhan begitu mengasihi sampai-sampai hal yang bagi banyak orang percaya dianggap sebagai hal yang biasa, namun di dalam pandangan mata Tuhan itu bukanlah hal yang biasa.

Kadang tanpa disadari, orang percaya di tengah berbagai aktivitas yang dilakukan merasa telah melakukan banyak hal. Terbukti tubuh mereka terasa lelah, waktu mereka telah terpakai banyak, banyak hal pula telah mereka selesaikan, dan sebagainya. Tidak salah dengan semua itu, namun melalui pesan-Nya ini umat Tuhan diingatkan kembali bahwa apakah telah melakukannya sesuai dengan prioritas seperti yang Tuhan maksudkan.

Seperti bangsa Israel yang dipimpin Tuhan kembali ke Yerusalem untuk melakukan kembali pembangunan-pembangunan yang semestinya mereka lakukan, namun sayangnya pekerjaan inti menjadi tertunda oleh sebab mereka melihat banyak hal lain yang harus mereka kerjakan. Agenda Tuhan telah beralih kepada agenda pribadi masing-masing. Mereka terlihat begitu sibuk, namun bukan untuk sesuatu yang diinginkan Tuhan.

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam menempatkan kembali prioritas dengan benar dalam hidup orang percaya, di antaranya adalah:

(1).  Bijak dalam menggunakan waktu

Hagai 1: 2  “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!”

Prioritas hidup seseorang dapat dilihat lewat aktifitas yang dilakukannya di dalam waktu-waktu yang ia miliki. Apakah waktu yang digunakan kebanyakan semata-mata untuk keuntungan diri pribadinya, ataukah untuk keuntungan Kerajaan Sorga. Digunakan agar orang-orang mengenal drinya, ataukah digunakan agar orang-orang mengenal Kristus dan jalan-jalan-Nya.

Satu alasan yang selalu diucapkan oleh bangsa Israel menanggapi tertundanya pembangunan Bait Suci pada waktu itu adalah: “Sekarang belum tiba waktu Tuhan untuk mereka membangun.” Perkataan bernada rohani ini pula yang kerap diucapkan orang percaya ketika mereka menunda atau belum mau melakukan pekerjaan Tuhan, adalah dengan mengatakan bahwa belum tibanya waktu Tuhan bagi mereka.

Rasul Paulus dalam suratnya mengingatkan orang-orang percaya untuk bijak dalam mengatur waktu-waktu yang dijalaninya di tengah hari-hari yang jahat ini (Efesus 5:17-18). Hanya orang yang tahu prioritasnya dengan benarlah yang akan berusaha mencari kehendak Tuhan dan memenuhi dirinya dengan Roh Kudus, sedangkan orang yang tidak mengetahui prioritas akan memenuhi dirinya dengan hal-hal lain yang tidak membangun dirinya.

(2). Bijak dalam penggunaan dana, daya dan upaya

Hagai 1: 9b …Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Prioritas hidup seseorang dapat dilihat lewat seberapa banyak dana, daya, upaya yang ia rela keluarkan untuk memenuhi hidupnya. Salah satu alasan bangsa Israel tidak mengerjakan pembangunan Bait Suci adalah ketika mereka lebih menempatkan urusan rumahnya sendiri dari pada hal yang semestinya dilakukan. Fokus mereka lebih banyak diarahkan kepada pembangunan rumah mereka sendiri.

Kedewasaan seseorang dilihat dari prioritas hidup yang dijalaninya. Lihat apa yang biasa dibeli oleh anak kecil ketika ia mendapat kesempatan untuk membeli sesuatu atau ketika ia diberi uang? Biasanya ia akan membelanjakan sesuatu yang menyukakan dirinya sendiri. Tidak akan terpikir olehnya untuk membeli sesuatu bagi orang lain. Namun seiring dengan pertumbuhan kedewasaannya, semakin ia akan mulai memperhatikan orang lain, bahkan ia mulai belajar untuk memberikan sesuatu untuk pekerjaan Tuhan (1 Korintus 13:11). 

Daud rela mengeluarkan segala miliknya untuk pembangunan Bait suci yang kelak dibangun oleh Salomo anaknya, bukan semata-mata ia mau menyuap Tuhan supaya lebih berkenan lagi, namun karena rasa kasihnya kepada Tuhan dan kerinduan keterlibatannya akan pekerjaan-Nya, sehingga bisa melakukan sesuatu bagi perluasan Kerajaan Allah dengan segala apa yang ada pada dia.

Mari umat Tuhan, ketika umat Israel menempatkan prioritas mereka dengan benar dengan menyelesaikan pembangunan Bait Suci seperti yang Tuhan inginkan, maka lihat, Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya secara luar biasa. Bahkan kemegahannya melebihi kemegahan yang semula. Seperti itulah kemuliaan yang Tuhan hendak nyatakan kepada orang-orang yang mengetahui prioritas Tuhan dalam hidupnya (Hagai 2: 10). Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

Bergerak dalam Prioritas yang Benar (Pesan Gembala, 19 April 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-