Selamatkan Mereka yang Akan Binasa (Pesan Gembala, 26 April 2026)

SELAMATKAN MEREKA YANG AKAN BINASA

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Rasul Petrus melalui suratnya ini memeringatkan orang percaya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari kedatangan Tuhan kali yang kedua. Tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia yang kedua nanti adalah datang sebagai hakim, untuk menghakimi dan menjatuhkan orang-orang yang berdosa ke dalam hukuman. Bukan saja terhadap mereka yang melakukan kejahatan, namun juga mereka yang menolak dan mencampakkan karya keselamatan-Nya. 

Selain itu kedatangan Tuhan Yesus nanti adalah sebagai Mempelai pria yang datang menjemput mempelai wanita-Nya. Selain perjamuan kawin, juga untuk memberikan upah kepada orang percaya yang setia sampai akhir, setia melayani-Nya, dan setia memelihara imannya. Dengan kata lain, jerih lelah orang percaya yang setia sampai akhir diperhitungkan-Nya. Ada mahkota-mahkota yang dibagikan pada saat orang-orang percaya terangkat dan berjumpa dengan Yesus di awan-awan yang permai.

Jadi hal kedatangan Kristus kali yang kedua ini bukan cerita dongeng ataupun khayalan, seperti yang dikatakan para pengejek tentang datangnya hari Tuhan tersebut (2 Petrus 3:3). Ini adalah suatu hal yang pasti! Yesus sendiri sebelum naik ke Sorga menegaskan, bahwa Ia naik ke Sorga untuk meyediakan tempat bagi umat-Nya, dan Ia akan datang kembali dan membawa umat-Nya ke di tempat di mana Ia berada (Yohanes 14:3).

Apabila orang percaya memerhatikan dengan saksama, tanda-tanda kedatangan Tuhan satu persatu sudah digenapi (Matius 24:3-14). Tuhan mau umat-Nya memergunakan kesempatan yang ada untuk lebih bersungguh-sungguh di dalam mengerjakan perkara-perkara yang Tuhan inginkan, bukan melakukan apa yang diri pribadi inginkan.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan menyatakan bahwa akan tiba suatu masa dimana banyak kehancuran terjadi dimana-mana. Ada begitu banyak orang-orang yang akan binasa. Binasa yang dimaksud di sini adalah apollumi, yang artinya bukan semata-mata meninggal secara fisik, namun hancur, mengalami kematian kekal, kesengsaraan abadi di api neraka. Jadi akan banyak sekali orang-orang yang binasa dalam pengertian apollumi. Namun melalui keberadaan orang-orang percaya saat ini, apabila mau menangkap hati Tuhan, setidaknya bisa menyelamatkan orang-orang yang akan binasa tersebut.

Betul, bahwa pada saat kedatangan Tuhan nanti akan terjadi pemisahan antara kambing dan domba. Namun langkah orang-orang yang akan binasa ini sudah berlangsung saat ini. Banyak orang-orang yang sedang berjalan menuju ke arah kebinasaan. Dan sebetulnya, banyak orang percaya mengetahui hal itu, namun seolah-olah seperti membiarkannya. Nah, bagian umat Tuhan hari ini adalah memeringatkan dan menarik orang-orang tersebut agar tidak tergelincir ke dalam maut.

Beberapa hal yang perlu kita pahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini, di antaranya adalah:

(1). Memahami terlebih dahulu siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang akan binasa tersebut

2 Petrus 3:5-6  (5) Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, (6) dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 

Siapa yang dimaksud dengan “mereka” yang akan binasa ini? Mereka adalah para pengejek di akhir zaman ini yang sengaja tidak mau tahu bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi melalui kuasa firman-Nya. Dalam arti kata lain, mereka adalah orang-orang yang menyangkal bahwa Tuhan memiliki rencana yang matang dan luar biasa atas langit dan bumi dimana dengan kuasa firman-Nya Ia menciptakan semuanya itu.

Mereka yang secara tidak langsung juga tidak mau mengakui rencana Tuhan dalam mengakhiri bumi, dimana ada orang-orang yang diselamatkan dan ada orang-orang yang mengalami penghukuman.

Mereka juga menyangkal bahwa bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah di masa Nuh hidup (ayat 6). Mengapa mereka tidak mau mengakui hal itu? Karena Zaman Nuh sebetulnya adalah contoh awal tentang apa yang akan dilakukan Tuhan menjelang berakhirnya bumi kelak, dimana orang-orang jahat dibinasakan, dan orang-orang yang mengerjakan kehendak Tuhan (seperti Nuh) diselamatkan.

Orang-orang yang akan binasa selanjutnya adalah orang-orang yang tidak mau “berbalik dan bertobat” (Yun. metanoia). Yaituorang-orang percaya yang mungkin sudah mengenal Kristus, namun belum mengalami metanoia, yaitu mengalami perubahan pikiran, perubahan cara pandang, dan perubahan tujuan hidup sebagaimana seharusnya orang-orang yang hidup dalam pertobatan.

(2). Memahami bahwa untuk menyelamatkan orang-orang yang binasa, kita harus membangun kehidupan dengan dasar yang benar dulu.

2 Petrus 3:11-12 (11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (12) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Tidak mudah memang menarik orang yang sedang jatuh tergelincir apabila si penarik tidak memiliki pegangan dan pijakan yang kokoh, karena keduanya bisa turut jatuh tergelincir pula. Matius 15:14 mengatakan bahwa jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang. Itulah sebabnya, penting bagi si penolong untuk terus membangun dirinya. Bukan hanya untuk mengokohkan pijakan, namun juga dapat memberikan keteladanan hidup.

Tidak mudah bagi Nuh untuk dapat melibatkan isteri, ketiga anak-anaknya, serta ketiga menantu-menantunya dalam pekerjaan pembuatan bahtera yang memakan waktu demikan lama hingga selesai dan berfungsi dengan baik. Sebagai penerima perintah dari Tuhan untuk membuat bahtera, Nuh harus bisa meyakinkan anggota keluarganya akan tujuan Tuhan tersebut. Ada bahtera yang harus mereka bangun untuk menyelamatkan hidup mereka kelak.

Seandainya Nuh tidak memiliki keyakinan yang kokoh dan tidak memberikan keteladanan bagaimana membangun kehidupan dengan menggunakan ukuran dari Tuhan, bukan tidak mungkin anggota keluarganya lambat laun mulai menjadi lelah dan jenuh, kemudian enggan membangun bersama-sama lagi. Namun ternyata Nuh adalah seorang pemberita kebenaran (2 Petrus 2:5) yang terus menerus mengajar dan mengingatkan anggota keluarganya akan tujuan Tuhan.

Mari jemaat Tuhan, apabila sampai hari ini Tuhan masih belum datang untuk menjemput, bukan berarti Dia lalai dan bukan pula berarti Dia ingkar. Justru inilah waktu kesempatan yang Tuhan berikan bagi umat-Nya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, selain juga waktu kesempatan untuk menyelamatkan mereka yang sedang berjalan menuju kebinasaan.

Tuhan Yesus memberkati!

Selamatkan Mereka yang Akan Binasa (Pesan Gembala, 26 April 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-