Pesan Tuhan melalui Gembala, 18 Oktober 2026

KETIKA SESUATU TERJADI DILUAR KEHENDAK KITA

Yesaya 55:8-9 (8) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Entahkah itu rencana tentang karier, pernikahan, pendidikan, usaha, pelayanan, dan lain-lain. Namun, seringkali kenyataan yang terjadi tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Ketika rencana gagal atau berubah arah di luar dugaan, tidak sedikit orang merasa kecewa, bingung, bahkan marah kepada Tuhan.

Orang bisa saja berkata bahwa hal-hal yang terjadi tersebut adalah karena memang rancangan manusia tidak selalu harus terjadi sesuai keinginan pihak manusia. Namun ada kalanya, jangankan dari manusia, apa yang berasal dari Tuhan pun ternyata bisa terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ayat dari kitab Yesaya di atas mengingatkan setiap umat Tuhan bahwa perspektif manusia itu sangat terbatas, sedangkan pemikiran Tuhan itu tidak terbatas, begitu tinggi dan mulia. Tidak terjangkau oleh pikiran siapapun.

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa ketika ia menjadi seorang pengikut Kristus, harusnya hidup akan menjadi mudah dan segala sesuatu akan berjalan lancar dan mulus, bahkan pencapaian-pencapaian tidak akan sulit untuk diraih. Tetapi ternyata dalam banyak hal sering ditemukan betapa berbedanya kenyataan yang terjadi.

Sehingga akibatnya, tidak sedikit orang percaya akhirnya merasa lelah dalam berjalan mengikuti Tuhan. Sepertinya sama saja berjalan dalam visi Tuhan dibandingkan berjalan bukan dengan visi Tuhan. Memang betul, kadang pada titik tertentu seolah-olah bisa terlihat seperti hampir sama saja. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Misalnya, akibat ketidakpercayaan sepuluh pengintai dengan laporan busuknya membuat seluruh perjalanan bangsa Israel berubah menjadi 40 tahun lamanya. Dua pengintai yang setia pada Tuhan ikut terbawa di dalam perjalanan panjang tersebut.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan sudah mengatakan dari awal kepada umat-Nya bahwa di dalam berjalan bersama Tuhan, khususnya dalam menjalani visi Tuhan, harus bersiap untuk menghadapi berbagai situasi yang akan terjadi. Keadaan yang “tidak sesuai dengan rencana” atau “tidak seperti yang diharapkan” bisa saja terjadi. Namun satu hal, jangan terburu-buru untuk berespon salah ketika melihat kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kadang umat Tuhan harus berhadapan dengan berbagai kondisi yang berbeda. Berharap ada pencapaian-pencapaian yang dapat segera terjadi. Atau berharap visi tahun lalu dapat segera tergenapi, namun sampai hampir berakhirnya tahun belum ada tanda-tanda terjadinya penggenapan. Jangan terburu-buru kecewa dan apatis.

Satu hal yang harus selalu disadari adalah bahwa rancangan Tuhan itu berbeda dengan rancangan manusia. Jalan-Nya bukanlah jalan manusia. Seperti tingginya langit dari bumi. Seperti itulah perbedaannya. Dan satu yang harus selalu disadari adalah bahwa Tuhan adalah Bapa yang sangat menyayangi anak-anak-Nya. Dia sangat ingin umat-Nya mengalami penggenapan dari rancangan-Nya yang luar bisa itu dengan cara-Nya, bukan dengan cara manusia.

Beberapa hal yang harus dipahami pada waktu berjalan bersama Tuhan, agar apa yang dilakukan umat Tuhan selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki, di antaranya adalah:

(1). Sadari keadaan yang terjadi, apabila Tuhan sedang melakukan intervensi atas apa yang direncanakan manusia

Yesaya 55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

Latar belakang Yesaya pasal 55 berakar pada situasi pembuangan bangsa Israel (Yehuda) di Babel. Umat Israel mengalami penindasan dan kehilangan identitas sebagai umat pilihan. Umat israel lalu dibawa untuk mencari Tuhan selagi Ia berkenan ditemui, meninggalkan jalan serta rancangan yang jahat, dan kembali kepada Tuhan.

Mereka akhirnya dibawa Tuhan ke pembuangan Babel, setelah sebelumnya berbagai teguran dan nasihat dari Tuhan melalui para nabi tidak mereka hiraukan. Setelah di Babel, barulah akhirnya mereka datang untuk menyendengkan telinga, merenungkan maksud dan seruan Tuhan.

Salah satu cara Tuhan adalah melakukan intervensi terhadap jalan salah yang sedang umat-Nya jalani dengan melakukan suatu “belokan tajam” yang mungkin terasa tidak nyaman untuk dialami umat-Nya. Tujuannya adalah agar umat Tuhan menyadari serta mau mengambil waktu menyendengkan telinganya agar kali ini mau mendengarkan arahan Tuhan.

(2). Sadari keadaan yang terjadi, dan teruslah bergantung pada Tuhan agar rencana-Nya digenapi

Yesaya 55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Tanpa disadari, terhadap bangsa Israel yang sedang dibuang ke Babel sekalipun, tetaplah Tuhan memercayakan rencana-Nya. Bahwa umat yang sedang dibuang ini bisa Tuhan pakai menjadi alat untuk memberitakan tentang Tuhan di sana.

Acapkali ketika umat Tuhan dibawa Tuhan ke suatu keadaan “tidak enak” yang tidak sesuai dengan pengaharapan, mereka merasa hidup mereka sudah selesai. Seperti umat Tuhan di Babel ini, mereka merasa diri mereka hanyalah orang-orang gagal yang tidak berguna, yang tidak memiliki masa depan. Padahal tidaklah demikian. Daniel dan kawan-kawannya misalnya, sekalipun mereka adalah orang-orang buangan, mereka mampu menjadi berkat di Babel, bahkan raja Babel mengakui kedahsyatan Tuhannya Daniel.

(3). Sadari keadaan yang terjadi, Tuhan sedang mau bawa umat-Nya ke level yang lebih tinggi

Yesaya 55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Tidak ada pohon yang lebih baik daripada pohon sanobar yang tetap tumbuh hijau sepanjang tahun dibandingkan semak duri. Ataupun pohon Murad dibandingkan kecubung. Pohon-pohon yang sering digunakan penulis Yesaya untuk melambangkan keindahan, kekuatan, dan pemulihan. Seperti itulah Tuhan mengintervensi hidup umat-Nya hanya untuk membawa umat-Nya naik ke level kehidupan yang lebih baik.

Seseorang bisa mengalami intervensi Tuhan dalam perjalanan kehidupannya pada saat jalan hidupnya keluar dari apa yang Tuhan telah arahkan. Namun Tuhan juga berkuasa mengintervensi jalan hidup seseorang di saat orang itu sedang berjalan dengan baik dalam track-Nya Tuhan, hanya karena Tuhan punya rencana yang lebih besar dalam hidup orang tersebut. Ingat tentang perjalanan Yusuf dan Maria.

Mari jemaat Tuhan, kesimpulan dari semua ini adalah Tuhan sangat mengasihi umat-Nya. Tuhan ingin hal-hal luar biasa yang Ia sudah rancangkan terjadi dalam hidup umat-Nya. Namun sayangnya, kegagalan seringkali terjadi karena respon salah yang dilakukan umat Tuhan ketika melihat sesuatu yang terjadi tidak berjalan sesuai dengan yang dikehendakinya. Oleh sebab itu, senantiasalah memberikan ruang terhadap berbagai intervensi yang Tuhan lakukan demi untuk sesuatu yang lebih baik terjadi di dalam kehidupan setiap umat yang dikasihi-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

Ketika Sesuatu Terjadi Diluar Kehendak kita (Pesan Gembala, 18 Oktober 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-