2 Tim. 2: 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Lewat pesan Tuhan ini, Tuhan sedang mengajarkan kepada kita suatu hukum tentang bagaimana menjadi saluran berkat-Nya Tuhan. Adalah suatu kebahagiaan apabila kita menjadi seorang yang menerima sesuatu yang kita inginkan. Namun apabila kita hanya menerima saja, maka semua itu akan berhenti sampai pada diri kita saja. Banyak orang merasa puas dengan menjadi seorang penerima. Tuhan kali ini mau kita menjadi saluran-Nya Tuhan, yaitu orang-orang yang berani menyalurkan kembali segala sesuatu yang telah kita terima dari Tuhan, karena ketika kita berani menyalurkan, maka Tuhan akan menyuplainya kembali kepada kita.

Menjadi saluran berkat-Nya Tuhan adalah sesuatu yang Tuhan sudah rancangkan bagi Abraham dan keturunannya sejak dari zaman dahulu. Ingat perjanjian berkat yang Tuhan janjikan kepada Abraham di Kej. 12: 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Tuhan memang telah berjanji untuk memberkati Abraham dan keturunannya, namun TUhan juga mengajarkan bahwa sebesar apapun berkat yang diterima, pada akhirnya bisa habis, apabila terus-menerus digunakan. Dan Tuhan tidak mau berkat itu habis atau terhenti di jalan. Oleh karena itu Tuhan mau mengajarkan kita tentang “Hukum berkat yang berkesinambungan”. Bagaimana caranya?

Setelah memberkati Abraham, Allah berkata:”…dan engkau akan menjadi berkat.” Artinya, Tuhan mau menjadikan Abraham dan keturunannya sebagai penyalur berkat Tuhan. Ketika berkat itu disalurkan, maka suplai atau penyediaan dari Tuhan, sebagai Pemberi berkat, akan terus tersedia, bahkan, pada waktunya mengalir kepada kita juga.

Kita sudah sering mendengar tentang perbedaan Danau Galilea dengan Laut Mati. Bangsa Israel menikmati air bersih sampai sekarang dari mencairnya embun gunung Hermon yang terletak di sebelah utara negara Israel yang kemudian tertampung di Danau Galilea. Dari Danau Galilea air bersih itu kemudian dialirkan kembali lewat Sungai Yordan ke wilayah-wilayah yang tersebar di negara Israel. Air di Danau Galilea akan terus menerima suplai air bersih yang tidak ada hentinya sepanjang ia terus mengalirkan airnya ke dataran yang lebih rendah. Sebaliknya, Laut Mati adalah penampung terakhir dari seluruh aliran air yang mengalir melalui Sungai Yordan tersebut, dimana air yang tertampung di sana tidak pernah teralirkan lagi. Akibatnya kadar air di Laut Mati memiliki kadar garam yang paling tinggi di seluruh dunia, sehingga tidak ada kehidupan di Laut Mati. Seorang penyalur berkat akan terus menerima berkat yang baru ketika bersedia mengalirkannya, terlepas dari seberapa besar dan apapun bentuknya. Sebaliknya, seorang penampung hanya menjadi penikmat sesaat saja.

Pesan yang Tuhan berikan ini membuka pikiran kita kepada hal yang lebih luas lagi, yaitu:
(1). Tuhan akan mewahyukan diri-Nya lebih banyak lagi kepada kita, apabila kita mau memberitakan kembali apa yang telah kita dengar.

Yer.18: 18. …sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman.

Ayat di atas menjelaskan tentang pribadi yang bernama Yeremia. Yeremia dikatakan seorang yang tidak pernah kehabisan firman atapun kehabisan pesan-pesan yang dari Tuhan dikarenakan sepanjang hidupnya Yeremia berkomitmen untuk menjadi seorang penyalur pesan Tuhan. Yeremia mendedikasikan hidupnya untuk menjadi penyalur lidah Tuhan di tengah-tengah bangsa yang tidak pernah mau mengindahkan seruannya, namun ia pantang menyerah. Ia tahu akan tugas yang Tuhan percayakan kepadanya.

Seringkali kita berdoa meminta hikmat dan pewahyuan kepada Tuhan atas banyak hal yang kita hadapi maupun yang harus kita putuskan dalam kehidupan kita sehari-hari, namun sepertinya hal tersebut tidak kunjung diterima. Hal itu dapat terjadi bukan karena Tuhan tidak mau memberikannya, namun ada kalanya Tuhan mau kita terlebih dahulu bersedia menjadi penyalur kabar kebenaran yang kita telah banyak terima. Kalau kita renungkan, berapa banyak firman Tuhan yang sudah kita terima hari lepas hari, namun berapa banyak firman yang sudah kita bagikan kembali kepada orang-orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita?

(2). Keselamatan jiwa-jiwa akan terjadi ketika kita bersedia untuk menyiapkan generasi penerus.

2 Tim. 2: 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Selain rasul Paulus memerintahkan Timotius untuk mengajarkan kembali pengajaran yang ia sudah terima dari dirinya, rasul Paulus juga (dalam terjemahan lainnya) sedang berkata kepada Timotius, seperti ini: “Timotius, hasilkanlah keturunan bagi diri mu sendiri, yang sama kualitasnya seperti dirimu.”

Sudah tidak diragukan lagi kualitas seorang pemuda bernama Timotius, seorang yang dididik dan dipersiapkan secara khusus oleh rasul Paulus untuk menjadi penerus dirnya, yang adalah seorang imitatornya Yesus. Alhasil, jadilah Timotius yang memiliki kualitas yang setara dengan pendahulunya, yaitu selain dipercaya menjadi seorang gembala di Efesus, Timotius juga adalah seorang pengajar yang handal seperti dirinya. Namun rasul Paulus tidak menghendaki regenerasi hanya berhenti sampai pada Timotius saja, namun juga berlanjut ke generasi selanjutnya, karena ia tahu, ketika ia tidak mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, maka pemberitaan Injil Kerajaan Sorga akan terhenti.

Dari Timotius yang memenangkan banyak jiwa, iapun akhirnya menangkap kerinduan rasul Paulus untuk menduplikasi (menggandakan) dirinya lagi dengan menghasilkan pemberita-pemberita (generasi penerus) yang sama-sama cakap mengajar banyak orang. Hasilnya begitu banyak jiwa-jiwa yang akhirnya mengenal Kristus di masa itu. Bagaimana dengan kita?

Mari umat Tuhan, betapa kita melihat bahwa Tuhan sangat ingin memberkati kita. Itulah sebabnya lewat pesan Tuhan ini Ia mau kita bertindak untuk menjadi saluran-Nya. Bukan hanya saluran berkat saja, tetapi juga saluran penghasil generasi yang memiliki kualitas unggul untuk dipakai sebagai alat pemenang jiwa-jiwa.

Tuhan Yesus memberkati!

 

29 Jan 2012 – Menjadi Saluran-Nya Tuhan (Generasi Penerus ke-3)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.