MILIKI FILTER SPIRITUAL YANG BAIK
2 Petrus 2:7-8 (7) tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, (8) sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa.
Definisi paling sederhana untuk filter adalah perangkat untuk menyaring. Bisa untuk menyaring udara, air, atau sinar sehingga diharapkan udara, air, atau sinar yang melewati perangkat yang bernama filter tersebut akan menghasilkan udara dan air yang bersih, atau sinar yang lebih terseleksi.
Pada dasarnya, cara kerja perangkat filter ini menyediakan semacam “jaring” yang berfungsi menjebak apa pun yang jauh lebih besar daripada molekul dari benda yang akan disaring. Apabila yang akan disaring adalah air, maka secara kimiawi, blok karbon bertindak seperti magnet, menarik serpihan-serpihan kecil keluar dari ikatannya dengan air dan menempel pada dirinya sendiri.
Kondisi air di setiap tempat berbeda-beda, sehingga kepadatan atau ketebalan filter yang digunakan pun berbeda-beda pula, sesuai dengan tujuan penggunaannya. Apabila ingin menggunakan air untuk hal-hal yang sifatnya pribadi, misalnya untuk minum, maka perlu penggunaan filter yang lebih khusus lagi. Demikian juga dengan air dalam kemasan, itupun hasil dari kerja alat yang bernama filter.
Apabila orang sudah terbiasa menggunakan filter air yang baik, mungkin sudah tidak terasa fungsi dari filter itu, namun suatu waktu ketika filter tidak berfungsi, maka barulah terasa perbedaan antara menggunakan filter atau tidak. Ternyata, satu filter kecil bisa membuat perbedaan yang sangat besar.
Namun terlepas dari berbagai filter tadi, ada filter yang bernama “filter spiritual.” Manusia hidup di dalam dunia yang sudah luar biasa tercemar. Apabila setiap aspek kehidupan sehari-hari di dunia dibedah, maka akan dengan mudah ditemukan segala macam ketidakmurnian, penyimpangan, kejahatan, kesakitan, dan lain-lain. Dan tantangan besar yang dihadapi oleh orang percaya adalah bagaimana hidup di dalam dunia, tanpa menjadi bagian dari dunia.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat Tuhan. Bahwa Tuhan melalui pesan-Nya menyampaikan agar orang percaya harus semakin memerketat filter spiritualnya. Dunia yang ditinggali ini terus semakin memerlihatkan kebobrokannya. Bahkan Alkitab mengatakan dunia sedang menuju kepada kebinasaannya. Gereja yang seharusnya menghadirkan Kerajaan Sorga ke dunia, tidak boleh lupa akan posisinya, untuk jangan sampai menghadirkan dunia ke dalam gereja.
Memang betul, ada gereja yang lupa akan posisinya, namun jangan sampai orang percaya juga lupa akan posisinya. Pentingnya mengecek masing-masing pribadi. Kadang tanpa disadari, keras kepalanya orang percaya, bandelnya, bawa karep seenaknya dalam bersikap, ketidaktekunannya, pembangkangannya terhadap aturan, dan sebagainya, adalah karena tidak menggunakan filter spiritualnya dengan baik. Karena nilai-nilai yang tadi disebutkan adalah nilai yang dianut dunia yang terserap masuk begitu saja tanpa disadarinya.
Belum lagi dtambah dengan berbagai rupa angin pengajaran yang hari-hari ini begitu marak mewarnai iklim kekristenan. Bahkan sekarang melalui kecanggihan teknologi, setiap pribadi bisa bertanya melalui internet kepada siapapun. Masing-masing pribadi tinggal memilih untuk mendengar kotbah apapun tanpa tahu dasar teologi yang dikotbahkan dan seperti apa kehidupan si pengkotbah yang menyampaikannya.
Oleh sebab itu, beberapa hal yang perlu kita pahami agar menjadi orang percaya yang memiliki filter spiritual yang baik, di antaranya adalah:
(1). Jadikan persekutuan intim dengan Tuhan sebagai gaya hidup pribadi
2 Petrus 2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja,
Dikatakan bahwa Lot tampak menderita melihat cara hidup orang-orang di Sodom yang berbeda dengan cara hidup yang ia jalani sebelumnya. Sebagaiorang benar, setidaknya Lot memiliki lingkungan kerohanian yang baik ketika ia masih bersama-sama dengan Abraham, pamannya. Abraham adalah seorang yang senantiasa terhubung dengan Tuhan melalui mezbah-mezbah yang ia dirikan di sepanjang perjalanannya.
Adalah indah ketika mengetahui Abraham adalah seorang yang membangun hubungan dengan Tuhan, namun alangkah baiknya pula apabila seluruh pihak yang bersama-sama dengan dia turut memiliki keterhubungan yang erat dengan Tuhan pula, bukan hanya sekedar menyaksikan kedekatan Abraham dengan Tuhan. Tidak pernah tercatat bahwa Lot memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Itulah sebabnya, ketika dikatakan bahwa Lot menderita oleh cara hidup orang Sodom yang mengikuti hawa nafsu, bukan semata-mata Lot tidak terbiasa melihat cara hidup yang demikian, melainkan Lot merasa kewalahan akan desakan cara hidup orang-orang Sodom yang mulai mencoba masuk untuk menjebol pertahanan rohaninya. Kata “menderita” yang digunakan adalah Kataponeo yang berarti mengalami kelelahan atau kesusahan hati dimana pertahanannya sudah begitu terdesak. Artinya, filter spiritual Lot kurang cukup rapat untuk menyaring cara hidup Sodom.
(2). Jadikan standar kebenaran kita sama dengan standar kebenaran Tuhan
2 Petrus 2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, …
Standar kebenaran adalah cara orang percaya dalam memandang dan memahami suatu kebenaran sebagaimana seharusnya kebenaran itu dipandang dan dipahami. Dan sudah semestinya orang percaya memiliki standar yang sama dengan standar Tuhan. Apabila Abraham memiliki standar kebenaran yang sama dengan Tuhan, maka sudah selayaknya Lot pun memiliki standar kebenaran yang sama dengan Tuhan.
Namun sayangnya, setelah Lot berpisah dari Abraham barulah didapati bahwa standar kebenaran Lot berbeda dengan standar Tuhan. Bahkan pada saat berpisah dengan Abraham, cara Lot memutuskan tempat mana yang ia akan pilih sebagai tempat tinggalnya hanya semata-mata berdasarkan apa yang matanya pandang baik. Selanjutnya, setelah Lot tinggal di Sodom, Lot membiarkan cara hidup Sodom memengaruhi hidup keluarganya.
Itulah pentingnya orang percaya harus terus menyelaraskan standar kebenarannya dengan standar-Nya Tuhan dengan belajar menghidupi langkah demi langkahnya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Firman Tuhan senantiasa jadi penerang dalam setiap langkah, dan tidak mengartikan kebenaran Tuhan menurut pengertian diri sendiri.
Mari jemaat Tuhan, terus selaraskan diri kita dengan apa yang Tuhan kehendaki, bukan apa yang kita pandang baik. Jalin senantiasa persekutuan pribadi dengan Tuhan dan firman-Nya yang terus dihidupi, maka percayalah filter spiritual yang sehat akan terbangun.
Tuhan Yesus memberkati!
