SADARI AKAN KUASA EKSPONEN DARI TUHAN
Ulangan 32:30 Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka! (* Eksponen artinya bilangan berpangkat. Satu orang dapat mengejar 10³, sedangkan dua orang dapat mengejar 10⁴).
Perikop ini memuat nyanyian pengajaran Musa kepada generasi orang Israel menjelang masuk ke tanah Kanaan di bawah kepemimpinan Yosua. Tuhanlah yang memerintahkan kepada Musa untuk menulis nyanyian pengajaran sebelum Musa meninggal, supaya nyanyian itu menjadi kesaksian yang mengajar umat Israel ketika mereka masuk dan hidup di negeri yang Tuhan janjikan.
Melalui nyanyian itu, Musa mengajarkan kepada mereka tentang kebaikan Tuhan yang menyediakan perlindungan, bertindak dalam keadilan dan kebenaran, serta memberikan kemakmuran (ay. 7-15a). Namun dibalas oleh orang Israel dengan berubah setia ketika mereka hidup dalam kemakmuran (ay. 15b). Akibatnya, Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dan menjatuhkan hukuman (ay. 20-25).
Hukum kuasa eksponential yang dimiliki oleh bangsa Israel justru jadi berbalik arah. Lawan yang jumlahnya jauh lebih kecil dari Israel mengalahkan Israel dengan kuasa tersebut, yang sebelumnya biasa dilakukan Israel terhadap musuh-musuhnya. Satu musuh mengalahkan seribu pasukan Israel, dua musuh mengalahkan sepuluh ribu pasukan Israel. Betapa menyakitkannya. Suatu hal yang tidak semestinya terjadi.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Bahwa ada prinsip kuasa yang berlaku sama seperti pada umat Israel, apabila umat Tuhan hari ini hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan. Di situlah kuasa exponential power akan berlaku, dimana satu orang percaya dapat mengejar seribu orang, dan dua orang percaya dapat mengejar sepuluh ribu orang. Kekuatan ini yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang percaya.
Pesan ini juga adalah sekaligus pelajaran yang Tuhan berikan kepada umat-Nya, bahwa seperti kepada orang Israel yang “dilahirkan-Nya” agar mereka tidak mengulangi kesalahan dan kejahatan yang sama. Bahwa ketika Tuhan memberkati umat-Nya hari ini dengan kehidupan yang baik, jangan pernah melupakan kebaikan-Nya dan jangan berpaling dari-Nya.
Prinsip kuasa eksponential ini adalah prinsip yang diajarkan Musa kepada umat Israel menjelang berakhir masa tugasnya. Apakah itu hanya terjadi pada masa Musa hidup saja? Tidak, menjelang Yosua berakhir masa tugasnya, ia juga mengingatkan umat Israel untuk berlaku setia kepada Tuhan, bahwa ada kuasa yang berlaku sama pada mereka pula (Yosua 23:10). Jadi artinya, prinsip ini berlaku sama kepada seluruh umat Tuhan yang hidup setia kepada Tuhan.
Dari sejak zaman dahulu Tuhan tidak ingin umat pilihan-Nya hanya menjadi umat yang biasa. Tuhan yang dahsyat seharusnya akan menghasilkan umat yang juga dahsyat. Tuhan bahkan ingin orang percaya menyadari bahwa ada kuasa eksponential sebagaimana yang Ia sudah berikan.
Beberapa hal yang harus dipahami agar sebagai umat pilihan Tuhan dapat menjalani kehidupan yang berkuasa, seperti prinsip eksponential yang dijanjikan Tuhan, beberapa di antaranya adalah:
(1). Memahami bahwa nilai eksponen tidak akan terjadi apabila hanya ditangkap sendirian
Ulangan 32:30 Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!
Kembali kepada prinsip hukum kuasa eksponential, bahwa sekali Tuhan memberikan prinsip hukum ini kepada umat-Nya, maka sampai kapanpun hukum ini tidak pernah batal. Namun hukum ini dapat menjadi tidak efektif bekerja, bukan karena kesalahan Tuhan, melainkan karena kesalahan pihak umat Tuhan.
Yang pertama adalah, ketika umat Israel berbalik setia. Bahwa kebaikan Tuhan yang telah menuntun umat-Nya di balas begitu saja dengan kertidaksetiaan. Konsekuensinya, bukan saja hukum kuasa eksponential tidak bekerja, kuasa tersebut malah bekerja terbalik melawan mereka. Menyedihkan sekali. Yang kedua, karena umat Tuhan tidak menyadarinya.
Yang ketiga, kuasa eksponential tidak bekerja karena kuasa ini tidak akan terjadi apabila hanya ditangkap dan dipraktekkan seorang diri saja. Nilai eksponen baru bekerja apabila ada orang kedua dan orang-orang selanjutnya. Siapa yang dimaksud dengan orang yang kedua? Orang-orang yang setia mengiring Tuhan dan yang menangkap rencana Tuhan. Yang menjadi problem, ternyata tidak mudah menemukan orang-orang percaya yang seperti ini, bahkan pasangan sekalipun.
(2). Memahami bahwa nilai eksponen itu tidak terbatas hanya pada dua pihak saja
Ulangan 32:30 Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, …
Seringkali yang dipahami orang-orang tentang pelaku atau pemeran dari hukum eksponential ini hanya terbatas pada satu dan dua orang saja. Tidak salah dengan hal itu, namun jangan lupa, bahwa untuk lingkup yang lebih luas lagi pemeran hukum ini bila perlu bisa lebih dari dua orang atau lebih. Ingat, bahwa bilangan basis pada hukum eksponen bisa terus menerus ditambahkan.
Ingat zaman Gideon, di masa itu tujuh tahun lamanya Tuhan menyerahkan Israel ke tangan bangsa Midian, karena Israel telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dan menurut Hakim-hakim 6 total jumlah bangsa Median dikatakan begitu banyak sampai tidak terhitung.
Menghadapi musuh atau masalah yang tidak terhitung ini, berdasarkan rumus hukum eksponential, apabila dari pihak Israel tidak ditemukan orang yang mau berdiri untuk bangsanya, maka sampai kapanpun Israel tetap tidak akan bisa mengalahkan Midian. Maka minimal harus mencari satu orang dulu yang berpotensi di mata Tuhan untuk mau dipakai sebagai alat Tuhan. Di mata Tuhan, Gideon adalah sosok yang tepat. Dari satu orang Gideon, barulah ia merekrut orang lain lagi sampai mencapai jumlah yang memenuhi hukum eksponen Tuhan.
Mari umat Tuhan, tangkap baik-baik pesan Tuhan ini, berapapun banyaknya jumlah “musuh” yang sedang dihadapi saat ini, percayalah keadaan tidak akan pernah bisa berubah, kecuali ada orang-orang setia-Nya Tuhan yang mau berdiri, yaitu orang-orang yang bukan hanya memiliki beban semata-mata pada kondisi kota dan bangsanya, namun orang-orang yang mau menangkap hukum kuasa eksponential yang dahsyat ini. Kalau kemenangan terjadi pada zaman Gideon, itu juga bisa terjadi di zaman sekarang.
Tuhan Yesus memberkati!
