Jangan Menghalangi Berkat yang Tuhan Sudah Sediakan kepada Kita (Pesan Gembala, 5 November 2023)

JANGAN MENGHALANGI BERKAT YANG TUHAN SUDAH SEDIAKAN KEPADA KITA

Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.” ‭

Ayat ini merupakan salah satu berkat yang Tuhan janjikan kepada suku-suku Israel, diucapkan oleh Musa dipenghujung perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun. Saat itu bangsa Israel sudah tiba di dataran Yordan, sedikit lagi jarak yang harus mereka tempuh untuk menginjakkan kaki di tanah perjanjian. Di situ Musa menubuatkan perkataan berkat kepada masing-masing suku Israel sebelum ia sendiri naik ke gunung Nebo dan meninggal di sana.

Apabila kita melihat satu persatu berkat yang diucapkan Musa kepada masing-masing suku, memang hanya kepada suku Naftali saja ada penjelasan yang spesifik tentang berkat rohani dan jasmani. Bahkan khusus yang berkat jasmani disebutkan secara jelas letak geografis lokasi yang dijanjikan berikut perincian jenisnya.

Berkat rohaninya adalah mereka akan kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat Tuhan (GW.: The people of Naphtali enjoy the Lord’s favor and are filled with the Lord’s blessings). Bukankah berjalan dengan favor Tuhan (kemurahan Tuhan) dan berbagai berkat Tuhan itu yang kita rindukan? Lalu berkat jasmaninya adalah mereka akan memiliki tasik (danau) berikut wilayah sebelah selatannya. Danau yang dimaksud adalah Danau Galilea. Dari sejak zaman dahulu hingga sekarang negeri Israel sangat bergantung kepada keberadaan Danau Galilea ini. Wilayah yang melimpah air dan ikan, serta pertaniannya.

Tuhan kita adalah penyedia berkat yang hebat, dan tidak diragukan lagi bahwa Ia adalah Tuhan yang bermurah hati.  Dia suka memercayakan berkat-Nya kepada umat-Nya. Sebutkan saja beberapa nama seperti Abraham, Yakub, Yusuf, Daud, Salomo, dan lain-lain.  Orang-orang ini diberi kekayaan, kekuasaan, dan pengaruh. Jika Tuhan dapat memberkati tokoh-tokoh Alkitab ini secara luar biasa, kita percaya bahwa Tuhan juga dapat memercayakannya kepada kita.

Namun, sesuai dengan pesan Tuhan, ternyata ada hal-hal atau sikap-sikap yang dilakukan orang-orang percaya dapat menghambat aliran berkat mengalir ke dalam hidupnya. Jadi, jangan disalahpahami, bukannya Tuhan ingin mempersulit, tetapi Tuhan justru ingin agar berkat-berkat yang Ia janjikan dapat dinikmati oleh setiap kita umat-Nya. Hanya Tuhan memeringatkan kita agar jangan sampai ada hal-hal yang kita lakukan ternyata dapat menghambat berkat Tuhan bagi kita atau adanya prinsip-prinsip salah yang kita masih hidupi.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi. Tuhan sangat ingin kita umat-Nya menikmati segala berkat rohani dan jasmani dari pada-Nya. Namun Tuhan adalah Pribadi yang konsekuen dengan hukum-hukum-Nya. Jadi, betul Tuhan mengasihi kita, namun sikap salah yang mungkin masih dihidupi oleh orang percaya jangan sampai justru menghalangi berkat-berkat itu diterima.

Ayat di atas tentang berkat bagi suku Naftali dan suku-suku Israel lainnya adalah nubuatan yang diucapkan Musa. Artinya, berkat-berkat tersebut bisa diterima, namun bisa juga tidak diterima oleh suku Naftali dan suku-suku lainnya. Perjalanan menuju kepada penggenapan nubuatan masih memerlukan waktu. Artinya apabila suku Naftali memutuskan untuk tidak mau menyeberang, maka  segala nubuatan tentang berkat Tuhan atasnya pasti tidak akan digenapi. Atau apabila mereka menyeberang, namun tidak mau merebut wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan, nubuatan juga tidak akan tergenapi. Jadi, dari sini kita dapat memahami bahwa apabila Tuhan menjanjikan sesuatu atas kita umat-Nya, maka kita harus sungguh-sungguh memerhatikan langkah demi langkah kita selanjutnya.

Beberapa hal yang harus kita pahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini, agar jangan sampai ada sesuatu yang tidak kita sadari, justru ternyata hal itu yang menghalangi berkat Tuhan diterima. Beberapa di antaranya adalah:

(1). Kurang memiliki hati yang bersyukur (ungrateful heart)

Ulangan 32:5 Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.

Pasal 33 adalah tentang pernyataan berkat-berkat Tuhan atas masing-masing suku Israel. Pasal 32 adalah nyanyian Musa yang berisi ungkapan isi hati Tuhan yang ditaruh di hati Musa untuk dinyanyikan di hadapan bangsa Israel. Di dalamnya terkandung ucapan syukur, peringatan, dan penyesalan atas perbuatan umat Tuhan yang memberontak sehingga tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

Kita tahu bahwa hanya angkatan baru yang masuk ke Tanah Perjanjian, sedangkan angkatan lama yang memberontak, yang tidak memercayai janji masuk ke Tanah Perjanjian dan yang bersungut-sungut kepada Tuhan tidak masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka semua adalah orang-orang yang berada di dalam rombongan perjalanan namun satu persatu mati di sepanjang perjalanan selama empat puluh tahun. Apa yang membuat mereka mati satu persatu? Semuanya diawali dengan peritiwa empat puluh tahun sebelumnya dimana Musa mengutus dua belas pengintai untuk masuk ke Tanah Perjanjian guna memelajari negeri yang akan mereka masuki.

Sayangnya, sepuluh dari dua belas pengintai terganggu hatinya ketika melihat orang-orang Enak yang tinggi besar seperti raksasa. Hati mereka ciut. Dan jeleknya, sepulang dari pengintaian mereka membawa kabar busuk tentang buruknya negeri yang akan mereka masuki. Mereka lupa bahwa mereka adalah orang-orang yang Tuhan yang telah bawa mereka keluar dari perbudakan Mesir. Dan seandainya mereka menggunakan hati yang benar, ketika melihat negeri yang berlimpah susu dan madu mestinya mereka bersyukur bahwa apa yang Tuhan janjikan adalah benar. Namun ketakutan akan melihat orang-orang Enak membuat hati mereka ciut dan bersungut-sungut. Akibatnya, angkatan ini tidak memeroleh apa yang dijanjikan Tuhan.

(2). Kurang memiliki keyakinan bahwa janji itu akan diterima (pessimistic heart)

Ulangan 32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.

Tuhan begitu yakin akan Yakub umat-Nya bahwa Yakub akan menjadi keturunan yang besar yang akan mendiami negeri yang Tuhan janjikan. Hal yang sama, bahwa Tuhan juga memiliki confidence yang sama terhadap kita bahwa kita bisa menjadi orang-orang yang dapat dipercayakan hal-hal besar oleh-Nya. Yakub atau Israel belum pernah masuk ke Tanah yang dijanjikan-Nya, namun Tuhan yakin bahwa mereka bisa masuk serta menduduki negeri yang luar biasa ini. Namun sayangnya hanya dua orang saja yang yakin bahwa mereka bisa memasuki negeri tersebut, yaitu Yosua dan Kaleb. Orang-orang yang yakin bahwa Tuhan pasti tolong dan memampukan mereka.

Bagaimana dengan kita, yakinkah kita bisa memikul sesuatu yang luar biasa yang Tuhan mau percayakan ini? Ketika Tuhan memercayakan kita sesuatu yang besar artinya Tuhan tahu bahwa kita bisa melaksanakannya, karena Ia pasti akan menyertai kita. Namun seberapa banyak orang percaya yang seringkali merasa tidak yakin? Merasa tidak yakin dengan janji Tuhan, tidak yakin dengan pesan Tuhan, bahkan ragu dengan visi dari Tuhan.

Orang yang pesimis mungkin sama-sama berdoa memohon berkat, namun ketika Tuhan membuka jalan, mereka secara tidak langsung menolaknya karena tidak yakin apakah bisa menanggungnya.  Mereka tidak berani mengambil risiko. Mereka tidak ingin keluar dari zona nyamannya. Karena alasan ini, maka mereka terjebak dengan apa yang mereka miliki dan lakukan selama ini. Tuhan mungkin telah membuka banyak pintu bagi orang percaya, tetapi jika pihak orang percaya tidak siap untuk mencoba melangkah, maka ia tidak akan pernah mengalami tingkat yang lebih tinggi dalam hidupnya. 

Mari jemaat Tuhan, biarlah kerinduan Tuhan untuk memberkati kita boleh disambut dengan kesiapan kita dengan memberikan respon yang baik. Mungkin ada hal-hal yang tidak kita sadari selama ini yang ternyata telah menjadi penghalangnya. Namun dengan memerhatikan tuntunan demi tuntunan Tuhan melalui pesan Tuhan ini, maka kita sesungguhnya sedang membuka pintu bagi diri kita. Selamat memersiapkan diri!

Tuhan Yesus memberkati!

Jangan Menghalangi Berkat yang Tuhan Sudah Sediakan kepada Kita (Pesan Gembala, 5 November 2023)

| Warta Jemaat |
About The Author
-