Bergairah Karena Memiliki Tujuan Tuhan (Pesan Gembala, 5 Februari 2022)

BERGAIRAH KARENA MEMILIKI TUJUAN TUHAN
1 Korintus 9:24-27 (26) Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Rasul Paulus dalam suratnya ini sedang memberikan sebuah pengertian kepada jemaat Tuhan di Korintus tentang tujuan hidup orang percaya di dalam Kristus. Untuk memudahkan penjelasan yang ia sampaikan ini, maka rasul Paulus menggunakan sebuah analogi tentang atlet-atlet yang sedang mengikuti perlombaan. Dua cabang olah raga yang cukup populer pada waktu itu adalah perlombaan lari dan tinju. Dengan digunakannya gambaran tentang dua cabang olah raga ini, maka diharapkan mereka yang mendengarnya akan dengan mudah memahami maksud penjelasannya itu.

Bukan tanpa alasan rasul Paulus menggunakan gambaran tentang dua cabang olah raga tersebut, karena memang ada makna-makna penting yang hendak ia sampaikan. Tuhan telah menetapkan adanya suatu “pertandingan” untuk dijalani oleh setiap orang percaya. Itu sebabnya, kita harus menjadi orang-orang percaya yang tahu dengan pasti bagaimana hidup dalam sebuah tujuan yang benar dimana untuk mencapainya perlu melibatkan yang namanya ketaatan, kedisiplinan, daya tahan (endurance) dan sikap pantang menyerah (persistence) demi memeroleh hadiah di garis akhir. Pemakaian analogi atlet ini adalah untuk memudahkan setiap kita memahaminya untuk masuk terlibat sebagai peserta yang berlomba di dalam sebuah gelanggang pertandingan.

Semua atlet lari yang terjun ke dalam sebuah perlombaan tentunya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mencapai garis finish dan memeroleh hadiah. Dan demi untuk memeroleh hadiah, maka seorang atlet akan berlatih sedemikan rupa serta berlomba mengikuti aturan yang telah ditetapkan untuk mencapai semuanya itu. Bukankah aneh apabila seorang atlet yang tengah berlomba, namun tidak mengikuti aturan perlombaan dan tidak mengeluarkan segenap kemampuan terbaik untuk keluar menjadi pemenang?

Untuk mempertegas penjelasannya, Paulus juga menggunakan istilah tinju (9:26b). Paulus mengatakan bahwa jangan menjadi seorang petinju yang “sembarangan saja memukul” (Yun. aer) yang bermakna udara atau petinju yang memukul kosong di udara. Rasul Paulus sedang menjelaskan bahwa petinju di atas ring yang memukul tanpa tujuan yang jelas bukanlah petinju yang baik. Ia hanya membuang energi menghabiskan waktu dan tenaga untuk sesuatu yang tidak membawa hasil apa pun. Berapa banyak orang menjalani hidup hanya membuang-buang energi, namun tidak membuahkan hasil apa-apa?

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan sedang menekankan pentingnya hidup orang percaya yang memiliki tujuan Tuhan di dalamnya, bukan hidup yang sekedar asal dijalani. Ada orang-orang percaya yang senang menggunakan istilah “mengalir” saja. Istilah-istilah seperti ini sebetulnya menunjukkan bahwa sebetulnya orang-orang tersebut tidak memiliki tujuan yang pasti, apalagi memiliki tujuan Tuhan.

Tujuan Tuhan dalam hidup akan membuat seorang percaya mulai memfokuskan pandangan matanya, mengarahkan langkah kakinya, lalu memiliki semangat untuk menyelesaikannya dengan baik. Ingat rasul Paulus seberat apapun tantangan yang ia hadapi, ia terus berlari untuk menyelesaikan pertandingannya, karena ia memiliki tujuan Tuhan. Tujuan Tuhan begitu penting bagi hidup orang percaya.

Melalui pesan-Nya ini Tuhan menyatakan bahwa tidak sedikit orang percaya saat ini yang menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, rutin, hampa/kosong atau kehidupan yang lelah. Akhirnya, setiap orang memiliki pandangan sendiri-sendiri mengenai hidup. Hal ini dipengaruhi oleh karena aktifitas dan pergumulan hidup dari setiap orang yang berbeda-beda. Lalu apa kata Alkitab mengenai hidup itu? Di dalam bacaan di atas, Tuhan melalui rasul Paulus mengatakan bahwa hidup itu adalah pertandingan.

Oleh sebab itu hal yang perlu dipahami orang percaya agar menjalani hidup yang memiliki tujuan Tuhan dan menyelesaikannya sampai ke garis akhir dengan baik, di antaranya adalah:

Tangkap baik-baik tujuan Tuhan dan mulai hidupi. (Masuk ke dalam gelanggang pertandingan dan larilah begitu rupa).

1 Korintus 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus rasul Paulus berkata: “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,…” Kata “Tidak tahukah kamu” merujuk kepada sesuatu yang seharusnya setiap orang percaya sudah pahami sejak semula. Karena hidup mengiring Tuhan diibaratkan arena perlombaan, maka kita yang hidup di dalamnya haruslah menempatkan diri sebagai peserta perlombaan yang harus bersiap untuk berlari dengan serius demi untuk mendapatkan hadiah di garis akhir, bukannya berleha-leha tanpa tujuan dan tidak membuang waktu sia-sia tanpa suatu tujuan yang harus dicapai. Itu bukan natur sebuah perlombaan.

Kita dipanggil bukan hanya sekedar menjadi seorang pemulai yang baik (a good starter), namun juga harus bisa menjadi seorang penyelesai yang baik (a good finisher). Kita tidak akan pernah menjadi seorang penyelesai yang baik, apabila kita tidak pernah mulai berlari. Kita juga tidak akan pernah menjadi seorang penyelesai yang baik apabila tidak terus berlari secara konsisten.

Mari jemaat Tuhan, sekarang jelaslah bahwa untuk menjadi seorang yang dikatakan sedang berlari dalam perlombaan bukan karena semata-mata status kita sebagai orang percaya, namun pada waktu kita berfungsi sebagai representasi Kerajaan Sorga yang menangkap panggilan Tuhan, sambil terus terhubung dengan Tuhan sang pemberi tujuan.

Tuhan Yesus memberkati!

Bergairah Karena Memiliki Tujuan Tuhan (Pesan Gembala, 5 Februari 2022)

| Warta Jemaat |
About The Author
-