Matius 10: 27  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Perikop ini berawal dari ketika Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid guna memperlengkapi mereka melakukan mandat-Nya dalam kehidupan nyata, yaitu pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Sebenarnya tugas yang diberikan Yesus kepada para murid tidaklah terlampau banyak, yaitu memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan-setan. Karena memang untuk tujuan itulah kuasa Tuhan diberikan kepada setiap orang percaya yang notabene disebut juga sebagai murid-murid Kristus. Tuhan telah memberikan kuasa itu kepada kita dengan cuma-cuma, dan Tuhan mau kita membagikan kembali kuasa itu dengan cuma-cuma pula.

Selain itu, Yesus juga memperingatkan para murid bahwa pengutusan yang dilakukan tersebut bukannya tanpa resiko dan tantangan. Bahkan Ia mengatakan bahwa pengutusan orang percaya ke tengah-tengah dunia ini ibarat domba di tengah-tengah serigala. Diperlukan kecerdikan, kewaspadaan serta kehati-hatian terhadap apapun dan siapapun yang mereka jumpai. Namun di atas semuanya itu, Tuhan memberikan penghiburan bahwa mereka tidak berjalan sendirian karena ada Roh Bapa yang senantiasa menyertai dan melindungi mereka. Tugas mereka sebagai murid Kristus adalah tetap melakukan dan menunaikan tugas pemberitaan kepada dunia yang gelap ini karena Tuhan menghendaki setiap umat manusia mendengar dan menerima kabar sukacita tentang Jalan Keselamatan yang hanya dapat diperoleh dalam Yesus.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, bahwa ada kabar sukacita yang harus diberitakan para murid, yaitu kita, di  lingkungan di mana Tuhan tempatkan kita selama ini. Masih ada begitu banyak orang di luar sana yang belum pernah mendengar atau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ingatlah akan pesan Tuhan dua minggu lalu tentang “kasut” yang harus kita kenakan, yaitu kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Satu hal menarik yang Tuhan tekankan lewat pesan-Nya ini kepada kita adalah perkataan Yesus kepada para murid, yang berbunyi: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.”

Apa yang dimaksud dengan pernyataan Tuhan tersebut? Beberapa penjelasan di antaranya adalah:
(1). Singkapkanlah apa yang masih tersembunyi bagi orang lain

Mat. 13: 11  Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Suatu ketika murid-murid bertanya kepada Yesus, Sang Guru,  mengapa seringkali Yesus berkata-kata kepada orang banyak dalam bentuk perumpamaan. Lalu Yesus menjelaskan bahwa banyak orang yang hatinya telah menebal, telinganya berat untuk mendengar, dan matanya telah melekat tertutup, sehingga sekalipun telinga mereka nampak sedang mendengar kebenaran, namun sesungguhnya mereka tidak mendengarkan dan tidak mengerti maksud dan isi hati Tuhan. Tetapi sebaliknya, Yesus menegaskan kepada para murid bahwa seharusnya mereka berbahagia karena memiliki mata yang dapat melihat dan telinga yang dapat mendengar. Sehingga Yesus tidak perlu bersusah payah untuk menerangkan dan mengilustrasikannya dengan berbagai perumpamaan, karena kepada mereka telah diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.

Oleh sebab itu kita di masa sekarang, yang juga telah diberikan karunia tersebut oleh Tuhan, dipercayakan tugas saat ini, yaitu untuk menyingkapkan banyak hal yang sebelumnya masih tersembunyi bagi banyak orang. Sebagai misal, saat ini masih banyak orang sedang mencari jalan keselamatan kekal namun tidak kunjung mendapatkannya karena bagi mereka hal itu masih merupakan suatu misteri. Sedangkan kepada kita, hal itu telah disingkapkan dan bahkan kita telah menerimanya. Oleh sebab itu kita harus bergerak untuk menjelaskannya kepada orang banyak tersebut.

Demikian pula dengan pewahyuan-pewahyuan yang Tuhan sampaikan untuk gereja-Nya di tempat yang tersembunyi, marilah kita bukakan dan sampaikan kepada umat Tuhan agar setiap gereja-Nya dapat dibangun dan tetap berjalan dalam tuntunan-Nya.

(2). Sampaikanlah dengan jelas tanpa ada yang ditutup-tutupi

1 Kor. 2: 4  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

Pengenalannya akan Kristus membuat segala kebanggaannya akan hal-hal yang bersifat lahiriah dianggap sebagai kerugian bagi rasul Paulus. Baginya, tidak ada satu halpun yang lebih penting daripada Yesus yang patut ia banggakan. Oleh sebab itu, ia tidak mau menutup-nutupi keadaan dirinya, bahkan dalam kondisi fisik yang kurang baik sekalipun, karena hanya kuasa Allah saja yang boleh nampak nyata dalam hidupnya. Prinsip ini Paulus nyatakan pula dalam pemberitaannya. Tidak ada sesuatupun yang ia tutup-tutupi selain tentang Kristus yang ia sampaikan, dan tidak satu motivasi terselubung apapun yang ia rahasiakan selain ketulusan dan kasihnya kepada Tuhan dan sesama.

Hari-hari ini, ketulusan hati dan motivasi yang murni sudah merupakan barang langka dalam kekristenan. Segala bentuk pemberitaan tentang Kristus seringkali tidak diungkapkan dengan gamblang hanya karena takut menyinggung perasaan orang-orang tertentu, atau pemberitaan disampaikan dengan tujuan demi kepentingan diri pribadi semata-mata. Melalui pesan ini, biarlah apa yang dianggap langka itu tetap kita miliki, yaitu agar melalui pemberitaan kita banyak jiwa diselamatkan dan mengalami pertumbuhan pengenalan akan Kristus yang nyata. Tidak ada kebanggaan lain yang dapat rasul Paulus ungkapkan selain melihat anak-anak rohaninya bertumbuh menuju kedewasaan, dan dengan demikian nama Yesus dipermuliakan.

Mari umat Tuhan, masih banyak hal lain lagi yang dapat diungkapkan lewat pesan Tuhan ini. Namun satu hal yang perlu ditanamkan di dalam hati kita yaitu bahwa kita semua adalah alat-alat pemberita-Nya Tuhan. Hanya tentang Yesuslah yang harus kita beritakan dengan gamblang di tempat yang terang, baik lewat pemberitaan Injil yang keluar dari mulut kita, maupun lewat sikap hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati!

27 Juli 2014 – Beritakanlah Dalam Terang

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.