Tuhan Adalah Tempat Perlindungan yang Sejati (Pesan Gembala, 16 Maret 2025)

TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN YANG SEJATI

Mazmur 91:1-6 (1) Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa (2) akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Mazmur ini berisi perjalanan Musa dan bangsa Israel yang berjalan melalui padang belantara, ketika Musa mengagumi melihat betapa hebatnya perlindungan Tuhan kepada umat-Nya. Musa merasakan sekali bahwa apabila bukan Tuhan yang menjadi sumber perlindungannya, rasanya habislah ia dan seluruh rombongan bangsa Israel.

Di Mesir, Musa telah melihat berbagai ancaman hukuman dan tulah menimpa bangsa Mesir sebagai konsekuensi dari ketidak taatan mereka, namun Tuhan membuat perbedaan atas umat-Nya di sana. Musa menyaksikan pula dalam perjalanan mereka bahaya yang mengancam hidup mereka, mulai dari serangan binatang buas, singa, ular tedung, kalajengking, kekeringan, tidak ada air dll, tetapi Tuhan melindungi mereka. 

Perlindungan Tuhan digambarkan oleh penulis dalam ayat dua sebagai “kubu pertahanan.” Artinya, perlindungan Tuhan itu bagaikan benteng pertahanan atau kota yang dikelilingi benteng (fortress city). Jadi kota-kota yang dikatakan sebagai “kubu pertahanan” di masa itu adalah kota yang dipagari dengan tembok atau benteng besar di sekelilingnya.

Kota benteng atau kubu pertahanan merupakan pagar berbatu besar yang sengaja dibangun penduduk kota setempat dengan tujuan melindungi kota-kota penting dari serangan musuh. Biasanya mereka memilih dataran tinggi, seperti bukit berbatu ketika hendak membangun sebuah kota, kemudian baru mereka buat benteng-benteng di sekeliling kota tersebut setinggi dan selebar mungkin, bahkan kota-kota tertentu ada yang bentengnya dibuat berlapis-lapis bahkan ditambah dengan parit di sekelilingnya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Bahwa Tuhan memahami keadaan umat-Nya ketika melihat berbagai situasi yang terjadi hari-hari ini seakan-akan Tuhan membiarkan semua orang mengalami berbagai kejadian, seperti bencana alam, kejahatan, kecelakaan, sakit penyakit, dan berbagai goncangan serta ketidakpastian akan hari-hari ke depan. Itu dari sisi yang dapat terlihat oleh mata. Belum lagi berbagai serangan yang tidak terlihat oleh mata yang dilancarkan oleh pihak musuh. Namun Tuhan memberikan kepastian dan jaminan kepada umat-Nya bahwa pada-Nya ada perlindungan yang kokoh.

Minimal ada empat ancaman yang dapat ditemukan dalam Mazmur 91 dimana jalan keluarnya hanya dapat diatasi oleh kuasa perlindungan dari Tuhan. Yang pertama adalah perbuatan jahat manusia (ayat 3), yang kedua adalah sakit penyakit (ayat 6), yang ketiga adalah kuasa si musuh atau iblis (ayat 5), yang keempat adalah malapetaka atau tulah (ayat 10).

Meskipun Tuhan menjanjikan perlindungan, bukan artinya Ia menghindarkan umat-Nya dari kesulitan dan tantangan dalam kehidupan. Yesus berkata bahwa iman kepada-Nya dan kesetiaan kepada-Nya tidak akan menghilangkan adanya serangkaian penganiayaan dan kesulitan tersendiri. Artinya, jalan yang dilalui tidak otomatis akan selalu mulus. Namun Tuhan berjanji untuk melindungi umat-Nya.

Beberapa prinsip penting yang harus kita pahami berkaitan dengan janji perlindungan Tuhan kepada kita agar sungguh menjadi nyata, beberapa di antaranya adalah:

(1). Benteng perlindungan Tuhan akan menjadi tidak efektif apabila orang percaya tidak merobohkan terlebih dahulu “benteng” yang ada di dalam dirinya

Mazmur 91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Ayat ini sedang menjelaskan bahwa keluputan dan benteng perlindungan Tuhan atas umatnya dibangun melalui suatu relasi cinta kasih antara orang percaya dengan Tuhan. Dalam arti kata lain ayat tersebut berkata bahwa apabila umat Tuhan menjalin hubungan dengan Tuhan dengan landasan cinta yang tulus di dalamnya, maka Tuhan akan meluputkan umat-Nya dari segala yang jahat.

Jadi, perlindungan Tuhan yang sejati bukan semata-mata karena orang percaya memerkatakan firman Tuhan, melainkan karena adanya hubungan kasih mengasihi yang dijalin dengan Tuhan. Dan hubungan cinta kasih ini tidak akan terjadi apabila masih ada sesuatu yang menghalangi. Apabila masih ada “benteng penghalang,” maka yang menghalangi itu harus dirobohkan terlebih dulu. Ini berbicara tentang benteng spiritual (spiritual stronghold).

Beberapa jenis benteng spiritual yang harus disingkirkan, antara lain:

a. Benteng Kepahitan

(rasa sebal kepada seseorang, benci, tidak mau mengampuni, amarah, kekerasan, dendam)

b. Benteng Iri-hati

(dengki, gosip, pengkhianatan, roh kritik, menghakimi, curiga)

c. Benteng Kenajisan

(hidup dalan hawa nafsu, hipersex, masturbasi, sex di luar nikah, perzinahan, pornografi, pornoaksi, homosexual, frigiditas, sex yang menyimpang)

d. Benteng Tekanan

(depresi, putus asa, mengasihani diri, merasa sendiri, kecanduan, ingin bunuh diri)

e. Benteng Pemujaan

(frustrasi, kehilangan harapan, egoisme, cinta uang, target hidup yang salah, kebingungan, hidup dalam dusta, buta rohani, apatis / tidak bersemangat akan hari depan)

f. Benteng Penolakan

(kecanduan, pemaksaan, merasa tidak berharga, mencari pengakuan, menarik diri dari lingkungan)

g. Benteng Ketidak-amanan

(merasa rendah, merasa tidak cakap, sifat takut-takut, mencari hati manusia dan bukan Tuhan, kuatir, minder, menjalin hubungan secara salah/tidak semestinya)

h. Benteng Pemberontakan

(mencari kehendak sendiri, keras kepala, berselisih, tidak mau bergabung/berkelompok sendiri, memecah belah, senang berargumentasi, amarah, roh ketidak-bergantungan/independent spirit, tidak mau diajar/mau jalan sendiri, menganggap diri benar, tidak mau diatur, tidak mau ikut peraturan)

i. Benteng Penipuan/ketidakjujuran

(berdusta, berfantasi, berkhayal, berangan-angan, merasionalkan segala sesuatu, senang dengan pengajaran yang menyimpang, memutar-balikkan firman, menggunakan firman secara salah, menangkap firman dengan salah)

j. Benteng Kontrol/kendali

(senang memanipulasi, tidak mudah menaruh kepercayaan, senang berselisih, kuatir, senang mencari pengakuan, tidak sensitif)

k. Benteng Kesombongan

(angkuh, merasa diri selalu benar, fokus pada diri sendiri, senang dipuji, bangga pada diri sendiri, tidak sensitif, materialisme, tidak suka diajar, senang mengejar jabatan, orang lain selalu salah, tidak senang dinasehati)

l. Benteng Ketakutan

(phobia/takut yang berlebihan akan sesuatu, pemaksaan, perfeksionis, takut gagal, ketidakmampuan menset tujuan hidup, trauma).

Ketika kita merasa masih adanya benteng-benteng tersebut dalam kehidupan kita, segera ambil suatu tindakan untuk merobohkannya, karena ketika kita membiarkannnya, maka benteng-benteng itu akan menjadi semakin kuat bercokol dalam kehidupan kita sendiri, yang akhirnya akan membawa kita kepada kerugian yang lebih besar, yaitu sulitnya membangun kedekatan dengan Tuhan, sulit untuk mengalami penggenapan akan wilayah-wilayah atau janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita.

(2). Benteng perlindungan terjadi ketika orang percaya berjalan dalam tuntunan Tuhan

Mazmur 91:1-2 (1) Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa (2) akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Apabila kita masih ingat pesan Tuhan minggu lalu, tentang “Memahami kuasa Tuhan bekerja,” tentu kita masih ingat salah satu adegan dimana mayoritas bangsa Israel menoleh ke belakang dan mereka melihat dari kejauhan terlihat kepulan debu padang pasir yang ditimbulkan oleh pasukan kereta berkuda dari Mesir yang dipimpin oleh Firaun. Perhatikan respon mereka. Bukankah yang keluar adalah sungut-sungut, ketakutan, dan menyalahkan Musa dan Tuhan?

Sebaliknya, perhatikan respon Musa yang sebetulnya juga berada di dalam rombongan yang sama dengan bangsa Israel. Ia bersikap sebaliknya. Ia bukan saja merasa tenang, namun ia menenteramkan rombongan bangsa Israel untuk tidak menjaditakut, bahkan disuruh berdiri tetap dan melihat keselamatan dari Tuhan.

Mengapa Musa begitu merasakan perlindungan Tuhan, sehingga ia bisa meyakinkan seluruh bangsa Israel untuk tidak menjadi takut? Jawabannya adalah karena ia yakin bahwa ia beserta seluruh rombongan sedang berjalan sesuai arah yang Tuhan tunjukkan. Darimana Musa tahu bahwa bahwa ia sedang berada dalam arah yang benar? Dari persekutuan yang ia jalin bersama Tuhan.

Mari jemaat Tuhan, rasa aman itu tidak ditentukan dari apa yang kita lihat dan juga tidak ditentukan oleh jenis situasi yang kita hadapi. Mungkin yang kita lihat adalah sesuatu yang menakutkan, dan mungkin situasi yang kita hadapi adalah situasi yang sulit. Namun ketika kita berjalan mengikuti tuntunan Tuhan, percayalah tidak ada alasan untuk menjadi takut. Perlindungan Tuhan adalah sesuatu yang pasti bagi umat yang hatinya selalu mau diarahkan kepada Tuhan. Selamat menikmati perlindungan yang sejati!

Tuhan Yesus memberkati!

Tuhan Adalah Tempat Perlindungan yang Sejati (Pesan Gembala, 16 Maret 2025)

| Warta Jemaat |
About The Author
-