PERSIAPKAN DIRI UNTUK SUATU PENCAPAIAN
Kejadian 7:13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu,
Peristiwa ini boleh dikatakan titik pencapaian janji Tuhan atas Nuh. Bahtera yang diperintahkan Tuhan kepada Nuh untuk ia dirikan sudah berdiri dan siap untuk digunakan, meskipun Nuh belum tahu seperti apa bahtera itu akan berfungsi. Yang pasti Nuh beserta seisi keluarga adalah orang-orang yang pertama menikmati berdirinya bahtera tersebut.
Selanjutnya, Alkitab menceritakan bahwapada hari yang sama turunlah hujan lebat selama 40 hari dan 40 malam, ditambah dengan terbelahnya segala mata air samudera raya. Bahtera tersebut telah berfungsi sempurna, dimana Nuh dan keluarga serta seluruh binatang aman di dalamnya.
Yang menjadi penekanannya adalah bahwa bahtera tersebut tidak terbentuk secara tiba-tiba begitu saja. Ada masa persiapan panjang yang dilakukan Nuh dari sejak awal diterimanya pesan Tuhan kepada dirinya, hingga selesainya pengerjaan pembuatan bahtera.
Artinya, ketika pertama kali Nuh menerima pesan Tuhan untuk membangun bahtera, Nuh tidak pernah tinggal diam dengan hanya sekedar meng-amini semua yang dikatakan Tuhan, namun Nuh mulai bertindak. Ada bagian yang Nuh harus lakukan, dan ada bagian yang Tuhan lakukan.
Sama halnya dengan prinsip pertanian. Untuk terjadinya sebuah keberhasilan atas suatu kebun tanaman yang hasilnya kelak akan dipanen dan dinikmati, dibutuhkan persiapan dan perawatan yang intens atau terus menerus dari pihak petaninya.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi jemaat-Nya. Melalui pesan-Nya ini Tuhan menyampaikan bahwa untuk terjadinya suatu pencapaian atau penggenapan atas sesuatu yang Tuhan sudah rancangkan bagi umat-Nya, diperlukan kesiapan dari pihak penerimanya. Ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan secara serius dari pihak umat Tuhan.
Ini selaras dengan apa yang tertulis di Amsal 21:31 Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN (NKJV. The horse is prepared for the day of battle, But deliverance is of the Lord)= kuda dipersiapkan untuk hari peperangan, tetapi Tuhanlah yang menjadikan semuanya itu. Artinya, umat Tuhan tidak bisa hanya duduk diam, lalu berharap Tuhan tiba-tiba memberikan kemenangan. Ada bagian yang dilakukan oleh masing-masing pihak.
Oleh sebab itu, beberapa hal yang harus dipahami dalam melakukan persiapan agar Tuhan mendapati diri kita memang kedapatan siap untuk mengalami penggenapan, diantaranya adalah:
(1). Persiapkan diri untuk peperangan
Kejadian 6:20-21 (20) Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. (21) Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.”
Selain perintah utama Tuhan untuk membuat bahtera, tentu tidaklah mudah bagi Nuh untuk mencerna semua perintah-perintah lainnya yang saling berkaitan. Apakah ada tantangan-tantangan yang dapat dihadapi oleh Nuh dalam proses pengerjaan semua perintah itu? Tentunya ada. Nuh menghadapi tantangan dari berbagai sisi, seperti sisi eksternal, spiritual, dan internal.
Tantangan eksternal datang dari orang-orang luar yang memerhatikan Nuh dan keluarga yang sedang mengerjakan bahtera hari lepas hari. Tantangan spiritual akan datang dari pihak kuasa si jahat yang berusaha membuat diri Nuh menjadi ragu dengan apa yang sedang ia dan keluarga lakukan. Dimana ada pekerjaan Tuhan, maka mulailah si jahat akan beraksi, berusaha untuk menggagalkannya.
Tantangan internal juga bisa datang dari dalam keluarga Nuh. Sebagai penerima perintah Tuhan, Nuh pastinya akan tetap teguh di dalam berbagai tantangan yang dihadapi. Bagaimana dengan isterinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya? Di tengah pengerjaan yang tidak mudah, dan waktu pengerjaan yang panjang, bisa saja mereka menjadi ragu dengan hal yang diperintahkan Tuhan ini. Kemungkinan datangnya tantangan-tantangan inilah harus sudah Nuh perhitungkan.
(2). Persiapkan diri untuk selalu mengikuti instruksi Tuhan
Kejadian 6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Di dalam proses pengerjaan pembangunan bahtera tentu ada bagian-bagian yang mudah untuk dilakukan dan ada juga bagian-bagian yang sulit. Dari instruksi demi instruksi yang Tuhan berikan, apakah Nuh boleh menawar untuk tidak usah mengerjakan bagian-bagian yang dirasanya sulit, atau merubah sedikit ukuran yang telah diberikan kepadanya? Bagaimana seandainya seluruh anggota keluarga Nuh memiliki pikiran yang sama untuk ikut menawar?
Ternyata tugas Nuh itu tidaklah mudah. Selain ia harus berdisiplin terhadap dirinya, taat terhadap setiap instruksi yang Tuhan berikan, Nuh juga harus menanamkan nilai yang sama dan tujuan yang sama terhadap Isterinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya. Semakin seseorang jauh jaraknya dari pusat pemberi instruksi, semakin ia merasa boleh sedikit menawar instruksi demi instruksi yang diberikan.
Apa yang terjadi apabila salah satu dari anggota keluarga Nuh memilih untuk tidak melakukan sesuai instruksi yang Tuhan berikan? Maka dampaknya adalah, bahtera itu tidak akan pernah dinyatakan selesai oleh Tuhan, sehingga waktu penggenapan janji atau titik pencapaian akan semakin panjang pula.
Mari jemaat Tuhan, bersyukur apabila Tuhan terus menerus menyampakan pesan demi pesan kepada gereja-Nya. Itu merupakan instruksi demi instruksi yang Tuhan beri kepada umat-Nya ‘yang apabila diikuti dengan baik’ maka akan semakin baik pula masa penyelesaian pembangunan “bahtera” yang Tuhan percayakan pada masing-masing keluarga. Sama seperti yang Nuh lakukan, aktivasikan dan tanamkan nilai dan tujuan yang sama kepada seluruh anggota keluarga. Selamat menyelesaikan “bahtera!”
Tuhan Yesus memberkati!
