Menjadi Pembuka Jalan (Pesan Gembala, 12 Mei 2019)

Yesaya 62:10-11 (10) Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 
 
Setelah mengalami pembuangan di Babel selama 70 tahun, Allah mengembalikan orang Yahudi ke Yerusalem. Yesaya menggambarkan persiapan yang dilakukan untuk menyambut mereka kembali. Kota Yerusalem yang telah lama ditinggalkan akan kembali menjadi kota yang penuh dengan semarak kembali. Bangsa-bangsa dari jauh akan kembali memenuhi kota Yerusalem. Mereka akan dipulihkan, sehingga menjadi “bangsa kudus” dan memulihkan kehormatan mereka dengan nama “yang dicari.” Allah mencari mereka yang tersebar untuk membawa mereka kembali kepada-Nya. 
 
Yesaya kemudian menggambarkan bahwa untuk menyambut kedatangan anak-anak yang dikasihi Allah, maka diperlukan orang-orang terlebih dahulu untuk mempersiapkan jalan bagi mereka atau disebut sebagai pembuka jalan. Kondisi jalan yang sebelumnya telah lama ditinggalkan, maka jelas sekali perlu ada orang-orang yang membersihkannya, yaitu menyingkirkan batu-batu dan menegakkan panji-panji di kiri dan kanannya. 
 
Inilah gambaran tentang akan datangnya orang-orang dari berbagai bangsa untuk dipulihkan menjadi bangsa yang kudus bagi Tuhan. Orang-orang yang tersesat dan terhilang sebelumnya akan menjadi “orang-orang yang dicari.” Sehingga mereka semua akan menjadi umat yang turut memuliakan Tuhan. 
 
Seperti orang Israel di pada masa itu, kita juga adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan. Orang-orang yang dahulu tersesat menjadi orang-orang yang dicari oleh Tuhan. Meskipun dosa pernah menyebabkan kita terpisah dari Tuhan, namun  pengorbanan Yesus telah membuka jalan kita untuk datang kepada-Nya. Tuhan mencari setiap dari kita dengan sungguh-sungguh, menanti untuk mengalami kebaikan-Nya. Sebelum kita diselamatkan, Yesus telah terlebih dahulu membuka jalan bagi kita. 
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Sebagaimana dahulu Yesus telah membuka jalan bagi seluruh umat manusia, termasuk kita semua, lewat kematiannya di kayu salib, maka sebagai orang-orang yang telah diselamatkan haru ini, Tuhan mau kita bertindak sebagai pembuka jalan bagi mereka yang belum diselamatkan. 
 
Pengertian seorang pembuka jalan atau disebut sebagai “forerunner” atau seorang pionir adalah seorang yang mengawali sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh orang lain. Dan dengan apa yang dilakukannya membuat orang lain mendapatkan manfaat dari apa yang dilakukannya. Mungkin dahulu sebelum kita diselamatkan, ada orang-orang yang sebelumnya telah membuka jalan bagi kita. 
 
Beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menjadi seorang pembuka jalan bagi orang-orang yang belum mengalami Tuhan, adalah:
 
(1). Pembuka jalan adalah orang yang mau menjadi perintis untuk memulai kabar baik atas diri seseorang. 
 
Yes. 62:10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya,… 
 
Pembangunan di wilayah Papua di era pemerintahan saat ini begitu nyata. Terbukti dengan dibangunnya infrastruktur yang menghubungkan pegunungan Papua dengan wilayah lain. Persoalan harga bahan bakar dan semen yang sebelumnya begitu tinggi dan langka, hari ini menjadi sesuatu yang sangat mudah didapatkan dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya. Semua dimulai dengan adanya orang yang mau menjadi pembuka jalan bagi wilayah-wilayah yang sulit tersebut. 
 
Membuka jalan adalah bukan pekerjaan yang mudah dilakukan. Semua dimulai dari orang-orang yang bersedia mengerahkan segenap kekuatan dan pengorbanan untuk menerobos hutan dan bukit-bukit agar jalan-jalan dapat dibangun di atasnya. 
 
Kita dapat menjadi seorang pembuka jalan bagi seseorang, dimulai dengan bergerak untuk menceritakan kabar baik tentang Kristus yang adalah satu-satunya Jalan keselamatan kepada seseorang. Mungkin apa yang kita lakukan tidak serta merta membuat orang itu mau menerimanya, namun sesungguhnya kita sudah membuka jalan dari sebelumnya yang masih tertutup. 
 
(2). Pembuka jalan adalah orang yang mau menyingkirkan batu-batu penghalang dalam dirinya 
 
Yes. 62:10 … singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 
 
Jalan sebagus apapun tidak akan dapat dilalui kendaraan apabila masih terdapat batu-batu penghalang di atasnya. Batu-batu itu harus terlebih dahulu disingkirkan. Bahkan jalanan landas pacu pesawat di bandara harus bebas dari kerikil sekecil apa pun. Tujuannya adalah agar pesawat yang mendarat ataupun lepas landas tidak mengalami gangguan sedikit pun. 
 
Melayani Tuhan bukanlah sekedar aktifitas yang cukup dilakukan berdasarkan keseriusan dan kerajinan semata-mata. Seringkali orang berpikir, asalkan memiliki semangat dan hasrat yang besar untuk melakukan sesuatu bagi Kerajaan Sorga cukuplah sudah. Namun ingatlah satu hal, pelayanan apapun yang kita lakukan, semuanya tidak terpisah dari yang namanya peperangan rohani melawan kuasa si jahat. Kita berhadapan dengan musuh yang dapat melihat keadaan kita di alam roh. Apakah kita berada dalam sebuah naungan otoritas yang benar atau tidak, ataukah kita menjalani kehidupan yang kudus dan taat atau tidak, semua itu akan terlihat. Itulah sebabnya, apapun batu-batu penghalang yang masih ada pada kita, singkirkanlah semua itu, maka kita akan menjadi seorang pembuka jalan yang efektif. 
 
Mari jemaat, Tuhan menegaskan bahwa akan ada pemulihan bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Akan ada orang-orang yang akan dipulihkan menjadi suatu bangsa yang kudus. Namun sebelum semuanya itu terjadi, Tuhan membutuhkan para pembuka jalan yang mau mempersembahkan suatu kehidupan yang berkualitas dan terhubung dengan Sorga untuk melakukannya. Selamat menjadi para pembuka jalan. 
 
Tuhan Yesus memberkati! 

Menjadi Pembuka Jalan (Pesan Gembala, 12 Mei 2019)

| Warta Jemaat |
About The Author
-