Menjadi Bait yang Berfungsi Sebagaimana Mestinya (Pesan Gembala, 28 Desember 2025)

MENJADI BAIT YANG BERFUNGSI SEBAGAIMANA MESTINYA

Matius 21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Bait Allah adalah tempat di mana orang Israel melakukan peribadatan dan memuja Tuhan. Orang-orang Yahudi menjadikan tempat tersebut untuk melakukan korban, doa, puji-pujian, dan penyembahan. Bait Allah juga merupakan tempat di mana orang Israel percaya Tuhan hadir secara khusus. Pendeknya, Bait Allah menjadi simbol kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya.

Suatu hari Yesus melihat tempat yang kudus tersebut telah bergeser fungsinya. Bait yang kudus telah dijadikan tempat tidak kudus oleh para imam. Bukan hanya menjadi kotor oleh binatang-binatang yang diperjualbelikan, melainkan juga bisnis kotor yang terjadi di dalamnya. Melihat hal tersebut, Yesus membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.

Sejak zaman dahulu dunia sudah penuh dengan segala kejahatan dan dosa. Dapat dibayangkan apa saja yang disebut sebagai tempat-tempat yang berdosa dan kotor. Namun apabila melihat dari perspektif Kerajaan Sorga, tempat yang pertama kali Yesus lakukan penyucian justru Bait Allah. Bukan tempat pelacuran, bukan dunia politik yang sangat kotor, dan sebagainya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan ingin Bait-Nya, tetap dan senantiasa berfungsi sebagaimana semestinya. Jangan disalahartikan bahwa telah terjadi suatu kejahatan dan pelanggaran besar di Rumah Tuhan, sehingga Tuhan memberikan pesan-Nya ini. Bukan itu isunya. Karena begitu mengasihinya Tuhan akan gereja-Nya ini, maka hal kecil apapun selalu Ia ingatkan.

Banyak hal yang Tuhan sudah rancang untuk perkara yang luar biasa bagi gereja-Nya, namun jangan sampai hal yang luar biasa tersebut menjadi biasa, gara-gara sudah sekian lama diperlakukan sebaga hal yang biasa.

Berbicara tentang Bait Allah, jangan berfokus hanya sebatas pengertian gedung gereja dan isinya saja, namun juga berbicara juga tentang pribadi orang percaya. Tuhan tidak mau sesuatu yang seharusnya berfungsi luar biasa bergeser fungsinya menjadi sesuatu yang biasa, gara-gara diperlakukan secara biasa oleh gereja-Nya. Tuhan menginginkan Bait Allah juga diperlakukan sebagai tempat umat-Nya berkumpul memuliakan Tuhan secara luar biasa. Semua harus dapat berfungsi sebagaimana seharusnya, sesuai dengan apa yang dirancangkan Tuhan.

Oleh sebab itu, beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar Bait yang Tuhan telah rancang untuk perkara luar biasa tetap menjadi wadah bagi sesuatu yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah:

(1). Miliki kemampuan untuk mengoreksi diri sendiri (self-critical) tentang apapun sesuai tatanan yang seharusnya

Matius 21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati

Sekilas Yesus terkesan berlebihan ketika Ia masuk ke halaman Bait Allah dan melihat orang-orang di sana sedang berjual beli di halaman Bait Allah, lalu Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang binatang. Banyak orang, khususnya para imam yang mengecam perbuatan Yesus tersebut.

Apa yang dilakukan Yesus bukanlah tindakan yang berlebihan, namun tindakan bagaimana mengembalikan segala sesuatu yang salah kepada prinsip yang semestinya. Karena manusia pada dasarnya lebih suka melakukan “pembersihan halus.” Barang-barang kotor yang ada di atas meja hanya diangkat sebentar, mejanya dibersihkan, namun kotorannya diletakkan kembali ke tempat semula. Merasa sudah melakukan pemberesan, tetapi bukan pemberesan kepada hal yang esensi atau total sesuai kebenaran, sehingga tidak merubah keadaan yang terjadi.

Yang perlu dimiliki oleh gereja Tuhan, termasuk orang-orang yang melayani di dalam gerejadan jemaat Tuhan adalah self critical, yaitu kemampuan untuk mengoreksi atau mengkritik diri sendiri dan mengembalikan apa yang tidak tepat, yang kadung sudah dianggap biasa, kembali ke tujuan semula atau tatanan semula. Yesus begitu peka dengan segala pergeseran yang terjadi di rumah-Nya dan melakukan langkah menyeluruh untuk mengembalikan apa yang bergeser ke tatanan yang seharusnya.

(2). Miliki keputusan yang tegas untuk mengembalikan segala yang telah bergeser ke fungsi semula

Matius 21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Yesus sedang mendeklarasikan kembali fungsi Bait Allah yang semestinya yang harus disadari kembali oleh para imam dan para umat Tuhan yang datang ke sana, bahwa untuk tujuan apa mereka datang ke Bait Allah. Yesus menyatakan bahwa Bait Allah adalah Rumah-Nya, dan Rumah-Nya harus berfungsi, yang pertama, sebagai rumah doa (ayat 13), rumah mujizat dan kesembuhan (ayat 14), lalu rumah puji-pujian dan penyembahan (ayat 15).

Sesuai dengan namanya, rumah doa adalah tempat orang-orang datang berhimpun dan menjalin hubungan dengan Tuhan dalam doa. Bukan sekedar bangunan yang sekedar menyediakan fasilitas untuk orang-orang datang berkumpul saja, namun berbicara tentang pribadi orang percaya yang memiliki hati yang rindu mendekat, berkomunikasi, dan membawa beban hati Tuhan untuk dinaikkan kepada-Nya.

Jadi apabila orang percaya melakukan self-critical, lalu merasa telah terjadi pergeseran dalam dirinya, dari seorang yang awalnya memiliki beban syafaat untuk dibawa kepada Tuhan, lalu kemudian bergeser menjadi orang percaya yang telah kehilangan beban-beban itu, maka inilah saatnya mengembalikan fungsi tersebut ke tatanan semula. Apabila fungsi Bait Allah telah bergeser dari rumah pujian dan penyembahan menjadi gedung pertunjukkan, maka inilah saatnya mengembalikan semua yang bergeser ke fungsi yang seharusnya.

Mari jemaat Tuhan, betapa seharusnya umat Tuhan bersyukur melihat Tuhan begitu mengasihi gereja-Nya, sehingga sekecil apapun pergeseran yang terjadi, Tuhan selalu mengingatkannya agar Bait-Nya tetap menjadi rumah doa, rumah mujizat dan kesembuhan, serta rumah pujian dan penyembahan yang memuliakan nama Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberkati!

Menjadi Bait yang Berfungsi Sebagaimana Mestinya (Pesan Gembala, 28 Desember 2025)

| Warta Jemaat |
About The Author
-