JANGAN MELEPASKAN KEPERCAYAANMU
Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Penulis surat Ibrani dalam suratnya ini mencoba menggambarkan situasi yang sedang jemaat Ibrani hadapi yaitu intimidasi, ketidakadilan, penganiayaan. Bayangkan saja, mereka yang telah kehilangan harta benda mereka (ay. 34), lalu dipenjarakan pula. Semangat dan keyakinan mereka terasa mulai goyah dengan situasi-situasi yang tak mudah ini.
Penulis memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dan setia pada pengharapan mereka. Tetap bertahan dan bertekun dalam iman dengan percaya bahwa ada rancangan Tuhan yang luar biasa yang tidak pernah gagal. Hal ini juga mengingatkan kepada mereka bahwa tidak cara lain dalam mengiring Tuhan, selain tetap setia dan bertekun di dalam Tuhan sampai akhir.
Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa apabila tantangan yang dialami terasa berat, maka keluarlah dari perlombaan. Tidak seperti itu. Sebaliknya, Alkitab berkata: “larilah sedemikian rupa.” (AMP. : run your race). Artinya, tetaplah berlomba dengan baik dan selesaikanlah perlombaanmu apabila memang kamu sejak awal mengatakan sedang berlomba.
Seorang pendaki gunung berkata: “Setiap puncak gunung dapat dijangkau apabila si pendaki terus mendaki.” Para pendaki paham bahwa tidak ada cara instan untuk mencapai puncak gunung. Semua membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Ingat, beberapa waktu lalu tentang 3 type orang percaya: Quitters, Campers, dan Climbers.
Quitters adalah orang-orang yang memutuskan untuk berhenti mendaki ketika jalan yang ditempuh semakin terjal dan sulit. Campers adalah orang yang merasa berhasil di area tertentu, lalu memutuskan untuk “berkemah” di ketinggian tertentu, dan tidak meneruskan pendakian. Climbers adalah orang yang terus mendaki naik di tengah berbagai situasi, karena memiliki visi Tuhan yang harus dicapai di puncak sana.
Rasa bangga dan sukacita akan dialami apabila semua rintangan dalam perjalanan pendakian itu berhasil dilalui dan berakhir dengan mencapai puncak tujuan. Di atas sana mereka menikmati segala yang indah. Itulah upah yang akan diterima dari perjuangan yang dilalui. Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Hal tersebut adalah gambaran dalam perjalanan iman orang percaya dalam Kristus. Ada kalanya perjalanan pengiringan rasanya menjadi tidak mudah untuk dipikul ketika datang tantangan dan rintangan, yang akhirnya membuat tidak sedikit orang percaya ingin mengendorkan langkah yang sudah dimulai. Firman Tuhan mengatakan untuk jangan melepaskan atau mengendorkan semangat, sebab ada kuasa Tuhan yang akan memampukan orang percaya untuk terus melangkah, karena ada upah besar yang menanti.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Bahwa apapun kondisi yang dihadapi, tetaplah pertahankan gairah pengiringan, tetaplah pertahankan semangat, bahkan teruslah berjalan naik. Pesan ini bukan tentang jangan meninggalkan Tuhan. Kata yang digunakan untuk “kepercayaanmu” itu adalah parrhesia yang artinya berkeyakinan penuh, confidence, gairah sikap iman yang aktif di tengah segala sesuatu yang tampaknya bertentangan dari yang diharapkan.
Jadi makna kalimat “Jangan melepaskan kepercayaanmu” itu adalah jangan karena gara-gara sesuatu yang kurang menyukakan hati, maka sebagai orang percaya malah mengendorkan semangatnya, atau mencampakkan sesuatu yang sudah Tuhan berikan begitu saja (The Msg: Do not throw it all away). Atau menghempaskan begitu saja, tanpa berusaha menahannya.
Sangat disayangkan apabila mendengar jemaat Ibrani melemah semangat pengiringan mereka kepada Tuhan, namun alangkah lebih menyedihkan apabila mendengar orang percaya di masa sekarang yang mengendorkan semangatnya bukan karena penderitaan dan aniaya, namun karena hal-hal yang receh. Misalnya: menukar waktu ibadah dan bersekutu dengan Tuhan dengan sesuatu yang tidak penting; melayani Tuhan menjadi suatu beban yang berat, padahal apabila seorang umat Tuhan bisa melayani, itu semua semata-mata karena kemurahan dan kesempatan yang Tuhan berikan.
Oleh sebab itu, beberapa prinsip yang harus kita pahami berkaitan dengan pesan Tuhan ini, di antaranya adalah:
(1). Bangun daya juang (endurance) di dalam diri agar tidak menjadi orang yang mudah menyerah
Ibrani 10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. (NKJV. : For You have need of endurance…)
Endurance atau daya tahan adalah kemampuan untuk bertahan dalam aktivitas tertentu dengan waktu yang lama. Seseorang yang memiliki endurance yang baik dapat melakukan aktivitasnya secara terus menerus. Faktor utama yang membatasi endurance seorang atlet adalah kelelahan. Saat kelelahan mencapai titik tertentu, kinerja seorang atlet menurun.
Jemaat Ibrani dikatakan hampir saja melepaskan kepercayaannya ketika menghadapi berbagai kesulitan, intimidasi, dan penindasan. Penyebabnya adalah ketidakmampuan dalam berjuang memertahankan semangat yang pernah dimiliki pada awal-awal mengiring Tuhan. Perjalanan orang percaya itu digambarkan sebagai seorang atlet lari jarak jauh, yang sangat membutuhkan endurance atau daya tahan atau daya juang untuk tidak mudah menjadi kendor.
Faktor utama yang membatasi endurance seorang percaya adalah kelelahan dan kehilangan tujuan Tuhan. Itulah sebabnya, mengapa melatih diri itu merupakan hal yang penting bagi orang percaya. Melatih diri dalam beribadah, melatih diri dalam menanti-nantikan Tuhan, melatih diri untuk belajar menghadapi dan menyelesaikan problemanya sendiri seperti yang firman Tuhan katakan (self solving), dan sebagainya.
(2). Bangun keputusan untuk membiarkan Tuhan yang memimpin, bukan diri kita (“let go, let God”)
Ibrani 10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Di dalam kekristenan ada istilah-istilah yang simple, namun di dalamnya terkandung makna yang dalam. Misalnya: WWJD, yang adalah singkatan dari “What Would Jesus Do.” Suatu kegerakan dimana orang-orang percaya ketika diperhadapkan dengan berbagai situasi yang mereka tidak tahu harus melakukan apa, maka mereka segera menempatkan Yesus di posisi mereka. Seandainya Yesus mengalami apa yang mereka alami, apa yang akan Yesus lakukan?
Kemudian ada istilah lain yang juga tidak kalah penting, yaitu: “Let go, let God.” Suatu istilah dimana orang-orang percaya memutuskan untuk melepaskan kehendak dirinya sendiri, dan memilih untuk melakukan kehendak Tuhan. Disadari atau tanpa disadari orang percaya lebih suka memaksakan diri bahwa kehendaknyalah yang harus terjadi. Namun melalui “Let go, let God” ini orang percaya belajar untuk memberikan dirinya dipimpin oleh Tuhan.
Ingat ketika Yesus berada di Taman Getsemani, (Matius 26:39), dimana Ia memiliki pergumulan sekiranya mungkin Ia tidak perlu menempuh jalan salib. Namun kemudian Ia melepaskan kehendak-Nya (let go), dan membiarkan agar kehendak Bapa Sorgawi saja yang terjadi (let God). Dan hasilnya sungguh luar biasa, karya penebusan Kristus dialami orang-orang percaya hari ini. Yaitu orang-orang percaya yang mau berjalan dalam tujuan Tuhan dalam hidupnya.
Mari jemaat Tuhan, apa yang terjadi pada jemaat Ibrani mungkin juga terjadi dalam kehidupan orang percaya hari ini dengan cakupan jenis dan skala yang berbeda. Namun maknanya tetap sama, bangun terus kekuatan di dalam kehidupan yang bersumber di dalam Yesus Kristus, sang Sumber kekuatan. Sehingga tantangan apapun yang dihadapi tidak membuat menjadi mudah lelah, mudah kecewa, mudah undur, dan kehilangan endurance. Lalu belajarlah melepaskan diri dari kehendak diri sendiri dan membiarkan Tuhan yang memimpin. Selamat terus berlomba!
Tuhan Yesus memberkati!
