Jangan Malu Karena Kristus (Pesan Tuhan Awal Tahun 2026)

JANGAN MALU KARENA KRISTUS (PESAN TUHAN AWAL TAHUN 2026)

2 Timotius 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Kitab 2 Timotius ini adalah surat terakhir yang ditulis oleh rasul Paulus, dan ia menulisnya dari dalam penjara. Ditulis sekitar akhir tahun 66 M. Rasul Paulus mengetahui bahwa tidak lama lagi ia akan dieksekusi. Ia telah dijatuhi vonis hukuman mati, jadi ia menulis surat ini dengan beberapa tujuan.

Tujuan yang pertama, ia menulis agar Timotius, anak rohaninya, datang mengunjunginya. Ia ingin bertemu dengannya sebelum meninggal (2 Timotius 4:13). Kedua, ia menulis karena ia akan menyerahkan tongkat estafet pelayanannya kepada Timotius. Rasul Paulus ingin Timotius mengambil alih dan menjadi penerus dirinya dalam banyak hal, misalnya dalam memberitakan Injil dan dalam melakukan berbagai pekerjaan pelayanan.

Rasul Paulus menyadari bahwa sepeninggal dirinya, berita Injil tidak boleh berhenti begitu saja. Apa yang Kerajaan Sorga telah percayakan harus terus berlangsung. Dari sekian banyak anak-anak rohaninya, Timotius memang yang paling berpotensi untuk meneruskan semuanya itu.

Masalahnya, Timotius adalah seorang muda yang sering diliputi oleh rasa takut dan tidak pede dalam melakukan pekerjaan pelayanannya, jadi ia kerap membutuhkan banyak dorongan. Ditambah pula situasi masa itu memang sangat tidak kondusif, di tahun 64 M kekristenan telah menjadi agama ilegal dimana pemerintah Roma banyak melakukan persekusi terhadap pengikut Kristus.

Apabila mau membayangkan seperti apa keadaan Timotius, kurang lebih tidak terlalu berbeda dengan sebagian kondisi orang-orang percaya masa kini yang kerap diliputi oleh rasa malu atau disebut epaischunomai yang berarti kombinasi rasa takut, tidak pede, dan tidak yakin untuk berbuat. Padahal orang-orang percaya telah dikaruniai banyak potensi oleh Tuhan, namun sayangnya kadang lebih memakai logika dan perasaan dibandingkan kekuatan pengurapan Roh Tuhan, sehingga akibatnya, ketika terjun ke kehidupan nyata di dunia lebih banyak takut dan tidak pede dalam menyatakan iman.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi gereja-Nya di awal tahun 2026. Tuhan mau umat Tuhan memulai tahun yang baru ini dengan mindset dan semangat yang benar. Situasi yang akan terjadi di hari-hari ke depan mungkin masih tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Ekonomi, politik, keamanan, dan lain-lain akan tetap penuh dengan tantangan dan gejolak yang memerlukan banyak penanganan.

Itulah sebabnya, gereja harus peka akan hal-hal ini dan terus berdoa bagi bangsanya, khususnya bagi para pemimpin-pemimpin di bangsa ini apabila ingin terjadi perubahan atas negerinya. Tuhan mencari orang-orang yang mau membangun tembok untuk mempertahankan negeri ini supaya negeri ini jangan dimusnahkan.

Situasi mungkin belum terjadi banyak perubahan, namun mindset dan cara bertindak orang percaya harus sudah berubah. Gereja Tuhan atau orang-orang percaya tidak boleh tidak pede dan malu menyatakan iman percayanya. Menyatakan iman itu bukan sebatas perkataan saja, namun dalam tindakan yang penuh otoritas dan kuasa. Ingat, pesan Tuhan akhir tahun:”Menjadi Bait yang Berfungsi Sebagaimana Mestinya.”

Ingat, bahwa Tuhan telah merancang Bait-Nya secara dahsyat, namun karena tidak sedikit umat Tuhan telah lama menganggap sesuatu yang luar biasa dari Tuhan sebagai hal yang biasa, maka akhirnya jangan sampai menjadi biasa pula sesuatu yang dahsyat itu.

Oleh sebab itu, apa yang harus dilakukan agar setiap orang percaya kembali menangkap rancangan Tuhan yang dahsyat, sehingga gereja Tuhan (umat Tuhan) bangkit berkobar-kobar dan tidak malu menyatakan maksud dan kuasa Tuhan di tengah dunia ini. Beberapa di antaranya adalah:

(1). Datang dan kobarkan kembali diri kita dengan api Roh Kudus

2 Timotius 1:6-7 (6) Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (7) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Untuk menjadi pribadi umat Tuhan yang berkobar-kobar dan tidak malu untuk menyatakan iman, maka orang percaya perlu bahan bakar. Dan bahan bakar itu bernama api Roh Kudus. Ada yang menarik di sini. Ketika Timotius terlihat tidak pede, takut, dan ditambah dengan malu, maka apa yang dikatakan oleh rasul Paulus? Ia memerintahkan Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang telah ada padanya.

Kata “kuperingatkan” yang digunakan rasul Paulus adalah anamimnesko, yang artinya membawa peristiwa masa lalu untuk ditarik kembali ke masa sekarang (to call to remembrance). Dalam arti kata lain, apa yang pernah terjadi di masa lalu bagaimana kuasa Roh Kudus dan karunia-karunia (gifts) yang diberikan Tuhan kepada orang-orang percaya yang mana ketika dikobarkan menjadi suatu ledakan yang dahsyat dan mampu menggerakkan orang-orang percaya masa itu untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.

Hal yang sama juga berlaku atas umat Tuhan di masa sekarang, dimana semua bahan (karunia Allah) sesungguhnya sudah Tuhan berikan kepada umat-Nya. Tinggal selanjutnya, umat Tuhan sendirilah yang harus mengobarkannya. Jadilah pribadi yang self-inflame.

(2). Datang dan tangkap kembali tujuan Tuhan dalam hidup kita

2 Timotius 1:9-12 (9) Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (10) dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (11) Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.  (12) Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Apa yang membuat Timotius merasa gamang sehingga ia tidak pede, bahkan malu/takut bersaksi tentang Kristus? Penyebabnya adalah karena ia sempat kehilangan tujuan Tuhan. Itulah sebabnya, rasul Paulus dalam rangka mengembalikan Timotius menjadi alat Tuhan yang luar biasa, maka selain memerintahkan Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padanya, ia diingatkan kembali tentang tujuan Tuhan dalam hidupnya.

Sebagaimana rasul Paulus mengatakan tentang dirinya sendiri bahwa kunci dirinya tidak malu menjadi saksi Kristus, yang karenanya ia harus dipenjarakan, adalah karena ia tahu tujuan Tuhan dalam hidupnya (ayat 12).

Pentingnya memiliki tujuan Tuhan yang benar, sebab apabila tujuan utama sudah bergeser, maka sudah pasti tidak akan terjadi apa-apa seperti yang Tuhan sudah rancangkan. Ingat pesan Tuhan di ujung akhir tahun 2025, apabila Bait Allah sudah bergeser dari tujuan yang semestinya, dari seharusnya Rumah Doa, Rumah kesembuhan dan mujizat, dan Rumah pujian dan penyembahan menjadi “sarang penyamun,” dimana di dalamnya banyak terjadi berbagai kepentingan pribadi dan motivasi dari para imamnya, maka sudah pasti tidak terjadi apa-apa selain “meja-meja yang dijungkirbalikkan” Tuhan

Mari jemaat Tuhan, apapun yang dikatakan orang tentang tahun 2026, janganlah menjadi takut, jangan tidak pede dan malu untuk menyatakan iman percaya kepada Yesus Kristus. Karena umat Tuhan harus tahu kepada siapa harus menaruh percayanya, dan yakinlah bahwa Tuhan berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepada umat-Nya hingga pada hari Tuhan. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

Jangan Malu Karena Kristus (Pesan Tuhan Awal Tahun 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-