GUNAKAN “KACAMATA” TUHAN
Lukas 11:34-35 (34) Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. (35) Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
Dunia secara umum mengenal berbagai jenis kacamata. Ada yang disebut kacamata minus dan ada pula kacamata plus dengan masing-masing kegunaannya.
Mereka yang mengalami kelemahan dalam melihat obyek baik dari jauh atau pun dari dekat memang perlu dibantu dengan menggunakan salah satu dari kacamata-kacamata tersebut agar kembali dapat melihat dengan jelas.
Namun ternyata tidak hanya mata jasmani saja yang perlu dibantu kacamata apabila mengalami kelemahan dalam melihat, mata rohani pun perlu dibantu dengan menggunakan kacamata yang khusus. “Kacamata” yang perlu digunakan adalah kacamata yang dapat membantu orang percaya untuk dapat melihat sama seperti Kristus melihat.
Harus diakui bawa tidak sedikit orang-orang percaya gagal melihat seperti Kristus melihat. Banyak orang percaya yang kemampuan melihatnya cenderung hanya sebatas cara murid-murid Yesus melihat. Sehingga tidak heran murid-murid Yesus kadang mengalami kesalahpahaman dengan Yesus ketika diperhadapkan dengan suatu keadaan tertentu.
“Guru, Engkau tidak peduli apabila kita binasa” adalah perkataan yang diucapkan salah satu murid Yesus pada saat perahu mereka diterpa oleh angin badai, padahal Yesus sedang ada bersama-sama dengan para murid di atas perahu. Mereka seolah-olah tidak melihat keberadaan Yesus yang ada bersama-sama dengan mereka yang sanggup menenteramkan angin badai tersebut.
Orang percaya sungguh perlu mengenakan “kacamata” yang benar, karena di zaman ini manusia umumnya melihat segala sesuatu hanya berdasarkan apa yang tampak, sebatas apa yang mata jasmani dapat melihat, tanpa dapat melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan di baliknya. Padahal apabila orang percaya dapat melihatnya, maka sudah pasti akan menjalani hidup dengan penuh gairah.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi gereja-Nya di awal tahun 2026 ini. Tuhan sedang menyampaikan kunci kemenangan bagi umat-Nya di tahun yang baru ini. Apabila orang percaya berjalan hanya dengan terus mengandalkan pandangan mata jasmaninya saja, maka akan ada banyak hal-hal yang dapat mengecoh dirinya.
Hari-hari ini dunia dan si kerajaan gelap sedang menawarkan banyak hal kepada orang-orang percaya dengan segala bujuk rayunya. Ingat, bahwa sesuatu yang imitasi kadang lebih menarik kelihatannya. Di samping itu, dunia dan si jahat pun akan mencoba memerlihatkan hal-hal yang menakutkan dan menggelisahkan, agar orang-orang percaya menjadi pesimis dan takut karena berhadapan dengan segala yang tampak menyeramkan. Ingat kisah bujang Elisa (2 Raja-raja 6:17).
Melalui pesan-Nya ini, Tuhan mau orang percaya tetap dapat melihat Tuhan bekerja di tengah dunia yang gelap ini. Tetap dapat melihat karya Tuhan. Tetap dapat melihat jalan terbuka ketika mata jasmani melihatnya seperti sedang tertutup. Hanya mereka yang bersedia untuk mengenakan “kacamata” yang benar, yaitu cara memandang segala sesuatu berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Orang-orang inilah yang akan melewatinya dengan kemenangan serta mengalami kemuliaan Tuhan.
Beberapa hal yang mesti diambil oleh orang-orang percaya untuk dapat mengenakan “kacamata” yang benar, sehingga dapat melihat, memutuskan, dan melakukan apa yang benar. Beberapa di antaranya adalah:
(1). Keputusan untuk berfokus hanya kepada hal-hal yang dari Tuhan
Luk. 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Kata “mata yang baik” yang digunakan disini adalah haplous dalam pengertian “tunggal” atau single focus, yaitu melihat dengan fokus yang tertuju pada satu obyek yang benar. Jika matamu “tunggal”, maka teranglah seluruh tubuhmu. Akan baiklah keseluruhan hasilnya.
Secara rohani, apabila orang percaya ingin melihat sesuatu dengan jelas, maka penglihatan rohaninya haruslah juga tunggal. Yang dimaksud dengan “tunggal” disini, yang pertama adalah kemampuan untuk berfokus tajam hanya pada hal-hal yang berasal dari Tuhan atau pengabdian/perhatian yang tidak terbagi-bagi.
Kemenangan yang diperoleh raja Yosafat ketika kerajaannya diserang banyak musuh dari berbagai arah adalah ketika ia mengatakan kepada Tuhan bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan kecuali menujukan matanya hanya kepada Tuhan dan perkataan-Nya.
Makna kedua dari kata “tunggal” adalah melihat dengan standar yang benar. Sebagai orang percaya, pastikan melihat segala sesuatu menggunakan standar yang selaras dengan apa yang dimaksud Tuhan, bukan diri sendiri. Tidak sedikit orang-orang percaya sulit mengalami perkara luar biasa dalam hidupnya, bukan karena tidak mau bertobat, melainkan karena tidak merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Ia memiliki standar yang berbeda dengan kebenaran Tuhan.
(2). Keputusan untuk mengamati seluruh aspek kehidupan dengan pandangan yang benar
Luk. 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Kata “baik” yang sama (haplous) ternyata juga bermakna “keseluruhan” (whole) atau “sepenuhnya,” yang artinya, jika sepasang mata yang baik itu diarahkan secara menyeluruh kepada banyak sektor, maka setiap obyek yang dilihat akan mulai mendapat perhatian dan sentuhan, sehingga sektor-sektor tersebut mengalami pemulihan.
Makna rohaninya sebetulnya berbicara tentang totalitas kehidupan. Bagian apa saja dalam hidup yang rindu mendapat sentuhan dari Tuhan sehingga mengalami pemulihan sepenuhnya, tentu semuanya bukan?
Oleh sebab itu, sorotkanlah pandangan mata yang baik dan sehat kepada seluruh sektor kehidupanmu, maka matamu akan mudah menemukan bagian mana saja yang harus segera diperbaiki, maka teranglah seluruh tubuhmu. Jangan hanya menyorotkan pandangan mata hanya kepada hal-hal yang ingin dilihat oleh orang lain saja. Sorotkanlah juga kepada bagian-bagian yang selama ini enggan diakui bahwa itu sesuatu yang tidak berkenan.
Mari umat Tuhan, tidak ada kemenangan tanpa sebuah langkah yang benar. Dan langkah yang benar dimulai dari cara orang percaya memandang segala sesuatu dengan benar pula. Tahun 2026 baru saja dimasuki, namun pastikan jalani dalam sebuah sorotan cahaya kemenangan dari Tuhan, asalkan menjalaninya dengan mengenakan “kacamata” yang dari Tuhan sejak sekarang. Amin.
Tuhan Yesus memberkati!
