Berhati-hatilah, Ada Pencuri yang Berusaha Mengambil Sesuatu! (Pesan Gembala, 22 Maret 2026)

BERHATI-HATILAH, ADA PENCURI YANG BERUSAHA MENGAMBIL SESUATU!

Matius 6:19-20 (19) “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Setiap orang tidak ada yang suka terhadap pencuri. Karena memang tidak ada orang yang mau kehilangan apapun dari dirinya. Bahkan pencuri sekalipun tidak suka terhadap pencuri yang mencoba mencuri dari dirinya.

Banyak orang berusaha membuat dirinya aman dari pencurian. Misalnya dengan membuat tembok yang tinggi dan pintu pagar halaman yang kokoh agar rumahnya aman dari pencurian.

Namun ada pencuri yang lebih berbahaya, yang tidak membobol rumah ataupun mencuri kendaraan dan perhiasan. Pencuri yang satu ini, yaitu Iblis, mencuri kehidupan orang percaya, bahkan membunuh kerohanian (Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan…).

Parahnya lagi, orang-orang yang mengalami pencurian ini tidak menyadari bahwa dirinya (atau sebagian dari dirinya) sedang dicuri. Mereka tidak sadar hidupnya secara perlahan sedang kehilangan sesuatu yang berharga, namun merasa bahwa hidupnya normal-normal saja. Merasa bahwa hidup kerohaniannya baik-baik saja. Ini yang berbahaya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi umat-Nya. Melalui pesan-Nya ini Tuhan memberikan peringatan kepada umat-Nya agar menjadi waspada, jangan sampai karena lalai dalam menjalani kehidupan, maka ada bagian-bagian dalam hidup yang dicuri tanpa diketahui.

Pesan ini bukan tentang berapa uang atau berapa banyak materi yang dicuri oleh si iblis ini, meskipun iblis bisa saja mencuri semuanya itu. Si pencuri atau yang disebut kleptes ini bisa mencuri apa saja yang ia mau curi dari orang percaya, meskipun sebenarnya iblis itu tidak bisa seenaknya melakukannya, seandainya orang percaya hidup dalam kewaspadaan.

Beberapa hal yang iblis ingin curi dari orang percaya, di antaranya adalah Firman Tuhan atau janji Tuhan (benih iman). Iblis berusaha merampas pengertian Firman sebelum tertanam, mencegah pertumbuhan iman, dan membuat orang percaya meragukan kebenaran. Si jahat juga akan mencoba mencuri sukacita dan damai sejahtera, atau mencuri identitas orang percaya sebagai anak Tuhan sehingga tidak menyadari status dan fungsi yang semestinya. Si pencuri ini juga akan membuat orang-orang percaya terdistraksi oleh berbagai perkara dan kesibukan, sehingga meninggalkan persekutuan mereka dengan Tuhan, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, beberapa hal yang harus dipahami oleh orang-orang percaya agar jangan sampai si iblis dapat mencuri sedikitpun dari apa yang berharga yang dimiliki oleh orang-orang percaya, di antaranya adalah:

(1). Musuh tidak akan dapat mencuri, apabila tidak diijinkan oleh si orang percaya

Matius 6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Tidak ada satupun manusia normal yang kepemilikannya rela untuk dicuri oleh siapapun. Namun peluang didapati si pencuri ketika sang pemilik barang abai dalam menjaga barangnya dengan cara meletakkan sembarangan barang-barangnya tanpa pengawasan.

Konteks penggunaan kata “pencuri” atau kleptes pada awalnya adalah ditujukan bagi para guru-guru palsu. Kata yang sama juga digunakan dalam Injil Yohanes 10 tentang pencuri yang datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Guru-guru palsu yang dimaksud adalah mereka yang tidak mengasihi dan tidak peduli pada domba-domba-Nya Tuhan (orang-orang percaya) dengan mengajarkan hal-hal yang salah. Para guru-guru palsu ini akan menyelewengkan domba-domba Tuhan untuk kepentingan diri mereka. Lalu orang percaya itu berjalan mengikuti suara yang salah, tanpa tahu kemana ia berjalan.

Jadi apabila prinsip-prinsip yang dibangun orang percaya dalam hidupnya menggunakan bahan yang sama dengan bahan yang dunia umumnya pakai, dan fondasi yang digunakan untuk membangun hidupnya diambil bukan dari fondasi Kerajaan Sorga, maka cara hidup yang demikian ini akan sangat mudah untuk digoyang dan dicuri oleh si pencuri (si kleptes) ini. Banyak nilai-nilai Kerajaan Sorga yang tercuri.

(2). Musuh tidak akan dapat mencurinya, apabila orang percaya membangun kehidupan dengan nilai yang benar

Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Di sini Tuhan ingin orang percaya menata kembali prioritas hatinya, untuk meletakkan hatinya di posisi harta yang sesungguhnya, yaitu “harta di Sorga” yang lebih penting dan lebih utama daripada “harta di dunia” yang bisa hilang, rusak dan habis. Tuhan ingin membawa hati orang percaya untuk memiliki kesadaran yang benar akan hidupnya sebagai duta Kerajaan sorga. Ini merupakan prinsip identitas atau jati diri yang harus selalu disadari oleh orang percaya.

Orang-orang percaya yang masih memiliki problem dengan status jati dirinya dengan tidak menyadari bahwa dirinya begitu mahal diciptakan Tuhan untuk tujuan Kerajaan Sorga, seringkali justru mengalami banyak kehilangan.

Orang percaya yang masih hidup dalam jati diri yang salah, seperti minder, merasa dirinya rendah, dan merasa diri belum berhasil, seringkali mengalami kehilangan damai sejahtera, tidak pede, gamang, dan sebagainya. Ketika orang percaya berjalan dengan kesadaran diri yang salah, maka dengan mudah iblis akan membisiki dengan hal-hal yang melemahkan.

Mari umat Tuhan, jangan biarkan si jahat melihat ada peluang di dalam diri orang percaya yang membuatnya memiliki kesempatan untuk mengambil sesuatu yang penting dalam diri orang percaya. Karena biar bagaimana pun iblis itu sebenarnya tidak dapat mengambil apapun dari dalam hidup orang percaya, kecuali merasa “diijinkan” untuk masuk. Karenanya, berjaga-jagalah senantiasa!

Tuhan Yesus memberkati!

Berhati-hatilah, Ada Pencuri yang Berusaha Mengambil Sesuatu! (Pesan Gembala, 22 Maret 2026)

| Warta Jemaat |
About The Author
-